Belajar dari Taiwan

Belajar dari Taiwan

img
taiwan excellence logo

Taiwan semakin ekspansif dalam memperkenalkan produk-produk inovasinya. Dalam rangka meningkatkan kemampuan serta menambah nilai dan inovasi, Kementerian Urusan Ekonomi/Ministry of Economic Affairs (MOEA) Meluncurkan sebuah proyek skala nasional yaitu Proyek Pengembangan Kesan Industri Taiwan/The Taiwan Industry Image Enhancement Project (IEP project). Pemerintah mempercayakan Dewan Pengembangan Perdagangan Luar Negeri Taiwan/Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) untuk mengeksekusi proyek ini.

Seleksi Taiwan Excellence diimplementasikan untuk menyeleksi produk inovatif setiap tahunnya berdasarkan kriteria keunggulannya, termasuk penelitian dan pengembangan, desain, kualitas dan pemasaran internasional. Proyek IEP menyediakan kepada perusahaan yang berfokus kepada B2B dan B2C, sebuah platform/media yang sempurna untuk menambah nilai promosi yang dilakukan melalui jaringan lintas platform/media, O2O (online to offline) dan serangkaian marketing komunikasi terpadu seperti pemasaran pameran, pemasaran pengalaman, saluran pemasaran, media relasi, periklanan, dukungan selebriti, pameran agen merek dan pemasaran digital diantara kegiatan lainnya.

Salah satu yang telah hadir di Indonesia ialah perusahaan LIPS, penyedia teknologi penginderaan 3D. Produknya bernama LIPSedge® DL 3D TOF (Time-of-Flight) Camera dan solusi sensor 3D yang akan hadir pada event Asia IoT Business Platform (AIBP) 2019 tanggal 28-29 Agustus 2019 di Ritz Carlton, Jakarta.

LIPSedge® DL, pemenang Taiwan Excellence Award 2019, adalah kamera kedalaman serbaguna 3D (Time-of-Flight) yang ideal untuk berbagai aplikasi termasuk pengenalan wajah, kontrol gerakan, pelacakan kerangka, pengukuran 3D, pemindai 3D, dan dapat digunakan untuk industri seperti ritel, manufaktur, logistik, transportasi, dan biometrik.

Sebagai produk inovasi hasil riset, Indonesia tampaknya perlu belajar dari Taiwan bukan hanya dari sisi kualitas inovasinya serta hasil risetnya  tetapi juga dari bagaimana hal tersebut dibawa lewat program yang ekspansif dan penetratif dalam hal ini lewat Taiwan Excellence. Seperti kita tahu dalam beberapa kesempatan, Presiden Jokowi kerap menyinggung soal bagaimana hasil riset perguruan tinggi dapat diterapkan untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat. Hilirisasi riset menjadi perhatian pemerintah khususnya juga untuk meningkatkan daya saing produk nasional.

Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sendiri selama periode 2016 hingga 2019 terus meningkatkan dana untuk riset dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Pada tahun 2016, anggaran riset mencapai Rp 24 triliun, tapi tiga tahun kemudian meningkat menjadi Rp 35,7 triliun. Namun faktanya, outputnya sejauh ini masih sangat kecil di sektor riil. 

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments