Pasca Pandemi Covid-19, Quality is a Must!

Pasca Pandemi Covid-19, Quality is a Must!

img
istimewa

Definisi kualitas dapat berbeda-beda makna bagi setiap orang, karena kualitas memiliki banyak kriteria dan sangat tergantung konteksnya. Namun ditengah pandemic covid 19 saat ini, tampaknya kualitas menemui benang merahnya, yaitu ketika segala sesuatu yang dilakukan tidak membahayakan kesehatan. Tidak beresiko menularkan virus.

Sektor pelayanan dibilang berkualitas jika dapat diakses secara jarak jauh tanpa kontak fisik (physical distancing). Setidaknya hal tersebut menjadi minimum requirement nya saat ini. Tinggal kedepan quality improvement dilakukan untuk memenangkan persaingan disektor pelayanan. Seperti paling mudah diakses, cepat, dan tepat seperti harapan pelanggan. Bahkan bagaimana mampu beyond expectation.

Sama hal nya di sektor produk, khususnya produk-produk konsumsi seperti makanan. Makanan yang mampu menjaga dan meningkatkan imunitas akan menjadi incaran, yang menggerogoti imunitas tubuh ditinggalkan. Selain itu produk makanan yang kemudian dapat diolah sendiri dirumah juga akan menjadi pilihan tersendiri bagi masyarakat. That’s the new quality. Paling tidak kesadaran tersebut akan semakin tinggi dan bahkan bisa dikatakan menjadi definisi baru mengenai kualitas akan sebuah produk makanan.

Kondisi tersebut diatas persis seperti hasil riset yang baru saja dirilis oleh Inventure Knowledge tentang perilaku konsumen pasca Covid 19 (Consumer Behavior “New Normal” After Covid 19-The 30 Predictions). Dalam hasil riset tersebut dikatakan bahwa pasca pandemi Covid 19 akan muncul peradaban ekonomi baru yang bernama Stay @Home Economy. Sebuah pergerakan ekonomi yang diakses hanya dengan #dirumahaja.

Dengan kemajuan teknologi digital, maka kegiatan berbelanja, bekerja, belajar, atau menikmati hiburan masih bisa dilakukan di rumah. Dengan Tokopedia  masih bisa belanja online. Dengan GoFood kita masih bisa memesan makanan. Dengan Zoom atau Google Hangouts kita masih bisa remote working. Dengan Ruangguru anak-anak masih bisa belajar online. Dengan Halodoc kita masih bisa konsultasi dokter. Dengan Netflix kita masih bisa menikmati film tanpa harus ke gedung bioskop.

Dikatakan juga dalam hasil riset tersebut bahwa gaya hidup sehat turut menjadi kenormalan yang baru. Seperti kebiasaan minum jamu yang sempat ditinggalkan oleh masyarakat. Bahkan secara unik dikatakan dalam hasil riset tersebut bahwa “Jamu is The New Espresso”. Kedepan jamu akan menjadi trend, tinggal bagaimana penyampaian (deliver-nya) ke masyarakat juga dikemas secara kekinian. Kita tahu secara turun temurun bahwa jamu dianggap ampuh dalam menjaga kesehatan bahkan oleh beberapa kalangan dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Tak ketinggalan trend memasak sendiri dirumah juga akan menjadi kenormalan baru. Makanan sehat seperti sayur akan jadi rujukan emak-emak. Dengan diolah sendiri, akan lebih meyakinkan untuk dikonsumsi. Makanan yang disajikan masih dalam keadaan panas atau hangat, diyakini kalau sebelumnya ada virus pun saat dipanaskan sudah pasti mati.  

Khususnya bagi emak-emak millennial yang tidak mahir dalam memasak, konsep sayur praktis kini tampak hadir menjadi solusi. Selain praktis dalam bentuk racikan seperti memasak membuat mie instan, emak-emak millennial tersebut tak perlu ke pasar karena cukup #dirumahaja racikan sayur praktis tersebut siap diantarkan. Seperti yang dilakukan salah satu umkm lokal bernama Sadeane.id yang hadir dengan tawaran sayur praktis-nya.

Penulis: Ibnu Prabowo

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments