BSN Edukasi Masyarakat melalui Pameran Indonesia Quality Expo (IQE)

BSN Edukasi Masyarakat melalui Pameran Indonesia Quality Expo (IQE)

img
BSN Edukasi Masyarakat melalui Pameran Indonesia Quality Expo (IQE)

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya dan Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Syarif Hidayat membuka Indonesia Quality Expo (IQE) 2016 di Plasa Industri, Kementerian Perindustrian, Selasa (8/11/2016). Pameran yang diikuti 38 organisasi penerap Standar Nasional Indonesia (SNI) ini, menampilkan berbagai produk ber-SNI diantaranya peralatan rumah tangga, helm, air minum dalam kemasa, biskuit, dan sebagainya.

Syarif dalam sambutannya mengatakan, Kementerian Perindustrian sangat menyambut baik terselenggaranya Pameran Indonesia Quality Expo yang diselenggarakan BSN di Plasa Industri ini. “Karena perindustrian sangat erat kaitannya dengan standardisasi. Dalam RPJMN sampai 2019, ditargetkan bahwa industri harus berdaya saing,” ujar Syarif.

Salah satu aspek berdaya saing adalah standardisasi. Artinya, dengan standar, kita memiliki satu pegangan yang sama, yang akhirnya membangun kepercayaan satu sama lain. “Standar membangun kepercayaan. Dengan standar ini kita melakukan transaksi. Dalam transaksi ada sesuatu yang disepakati. Dengan standar inilah kita punya perjanjian yang dasarnya sama,” kata Syarif. Selain itu dengan standar, pemerintah dapat melindungi konsumen dan industri dalam negeri dari maraknya barang-barang impor tidak berkualitas.

Oleh karena itu dengan diadakannya pameran ini, dapat menjadi cara untuk mengedukasi masyarakat bahwa menerapkan standar itu penting. “Membeli barang apakah barang sudah sesuai standar yang ditetapkan,” tegasnya.

Bambang dalam kesempatan tersebut menyampaikan, untuk menghadapi MEA, kita tidak henti-hentinya memperkuat insfrastruktur mutu nasional. Oleh karena itu BSN terus aktif mengembangkan SNI, yang saat ini telah mencapai 9.309 SNI aktif.

Di bidang penilaian kesesuaian, Indonesia telah memiliki laboratorium uji dan lembaga inspeksi yang terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) sejumlah 1375 lembaga penilaian kesesuaian. Sedangkan lembaga sertifikasi ada 241 lembaga.

Pameran ini, lanjut Bambang, merupakan miniatur dari infrastruktur mutu nasional. Sebab dalam pameran ini menampilkan layanan informasi penerapan standar, serta sertifikasi dan laboratorium.

Penyelenggaraan IQE 2016, adalah IQE yang ke-4 kalinya setelah 3 tahun berturut-turut sukses diselenggarakan oleh BSN. Dalam kegiatan IQE 2016, selain didukung oleh 38 perusahaan / organisasi / lembaga di Indonesia yang memamerkan berbagai produk berstandar (SNI/ISO) dan layanan informasi penilaian kesesuaian, IQE 2016 juga dimeriahkan dengan talkshow success story UKM penerap SNI, hiburan musik, dan banjir hadiah produk ber-SNI.

Pelaksanaan IQE tahun ini banyak didukung oleh pemangku kepentingan diantaranya Siemens Indonesia, IAPMO, Pertamina Lubricants, Balai Sertifikasi Industri, PT. Antam, PT. Petrokimia Gresik. BSN berharap tahun depan pelaksanaan IQE bisa lebih banyak mengundang stakeholder standardisasi dan penilaian kesesuaian di Indonesia, mengingat pelaksanaan tahun ini stand yang tersedia terbatas hanya 44 stand.

“Kami berterima kasih kepada seluruh peserta pameran yang sangat mendukung acara ini,” ungkap Bambang.(Humas BSN)

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments