Kunci Perubahan Perilaku dan Cara Pikir (1)

Kunci Perubahan Perilaku dan Cara Pikir (1)

img
ilustrasi

Pada suatu hari saya diundang untuk berbicara di depan anggota Rotary di Surabaya. Di awal acara saya mengeluarkan sebuah wadah yang hanya cukup dimasuki sebuah koin Rp 500. Setelah salah seorang peserta meminjamkan koinnya maka saya mengeluarkan spidol dan meminta peserta tersebut menandai koin.

Setelah wadah diperiksa saya pun memasukkan koin di depan peserta tersebut lalu mengikat wadahnya dengan karet. Semua dilakukan di depan mata dalam jarak yang sangat dekat sekali.

Lalu wadah tersebut dibungkus saputangan, tentunya sebelumnya diperiksa dulu, dan kemudian saya letakkan di meja untuk ditutupi dengan gelas yang dipegang salah seorang  peserta.

Saat peserta tersebut memegang gelas yang menutupi wadah beserta koin saya beranjak ke belakang mengambil sebuah kotak dari tas saya dan langsung kembali ke tempat semula. Semua ini hanya berlangsung kurang dari 10 detik karena hanya mengambil kotak yang ada dalam tas.

Lalu saya bertanya pada peserta yang memegang gelas yang menutupi wadah berisi koin tadi, ”Kira-kira di mana koinnya? Masih di dalam wadah terbungkus saputangan yang ditutup gelas atau sudah pindah ke dalam kotak biru saya ini?”

”Hmm, secara logika harusnya masih berada dalam wadah yang saya tutupi gelas ini”, katanya.

Kemudian saya pun memintanya untuk mengangkat gelas dan memeriksa wadah terbungkus saputangan tadi. Dan ...... koinnya hilang!

Mereka semua terperangah dan sekarang semua mata tertuju pada kotak biru terikat empat buah karet gelang. Saya pun mempersilakan peserta untuk membuka kotak tersebut dan ternyata mereka semua kaget karena di dalam kotak biru ada kotak putih yang terikat empat karet gelang dengan rapi.

Kotak putih pun dibuka dan di dalam kotak putih ada kantongan plastik warna merah yang terikat rapat dengan karet gelang. Setelah dibuka ternyata dalam kantong merah itu ada sebuah koin Rp500 yang tadi ditandatangani oleh peserta!

Suasana segera menjadi gempar! Bagaimana mungkin saya mengeluarkan koin dari wadahnya dan kemudian memasukkannya dalam kantongan terikat rapat yang berada dalam 2 buah kotak terikat rapat juga. Mereka semua menyaksikan bagaimana saya mengambil kotak biru tadi yang kurang dari 10 detik! ”Bagaimana mungkin?” kata peserta hampir serempak.

Ya keajaiban bagi orang lain adalah sebuah metode berpikir logis bagi kita. Saat Roger Bannister memecahkan rekor lari yang telah bertahan sekian lama maka setiap orang memandang itu sebagai keajaiban. Namun bagi Bannister sendiri itu bukanlah keajaiban. Prestasinya adalah sebuah perencanaan yang matang dari serangkaian proses latihan yang ia tahu ujungnya adalah sebuah pemecahan rekor.

Sama seperti permainan yang saya tunjukkan tadi. Jika Anda semua tahu rahasianya maka tak ada yang sulit. Saya pun menceritakan rahasia melakukan hal tersebut dan mereka semua tertawa setelah mengetahuinya.

Lalu apa hubungannya dengan proses perubahan yang akan kita bicarakan? Ya bagi sebagian besar orang perubahan itu sulit. Betul perubahan memang sulit bagi yang belum mengetahui caranya. Tapi bagi yang sudah mengetahui caranya maka itu adalah hal yang mudah.

Untuk mengetahui bagaimana sebuah perubahan terjadi maka kita perlu tahu apa yang mendasari perubahan tersebut. Perubahan hanya bisa terjadi dalam pikiran untuk pertama kalinya. Oleh karena itu kita perlu mengetahui mekanisme pikiran terlebih dahulu sehingga kita bisa memahami perubahan yang akan kita lakukan.

Baiklah ... untuk memahami bagaimana cara kerja pikiran kita akan meninjau tentang apa itu pikiran. Kita tahu bersama, kita jarang berpikir tentang bagaimana pikiran kita bekerja . Biasanya kita berbicara pada diri sendiri, bila kita berpikir tentang sesuatu, dan berpikir bahwa pikiran itu memang  ada dan kemudian membiarkan itu terjadi begitu saja. Pada dasarnya kita mempunyai tiga bagian pikiran yang terpisah dan berbeda. Masing-masing bagian mempunyai tugas dan saling berhubungan  serta berkomunikasi antara satu dengan lainnya setiap waktu.

Bagian pertama disebut pikiran sadar. Itu pikiran kita sekarang, yang sedang aktif membaca dan memelajari materi ini. Dibawah  tingkatan tersebut ada pikiran bawah sadar. Dan dibawahnya lagi ada pikiran tidak sadar.  Untuk melakukan sebuah perubahan   kita harus memberikan pemahaman yang baru terhadap hal yang kita inginkan pada pikiran  bawah sadar kita.

Sekarang mari kita tinjau pikiran tidak sadar. Pada dasarnya pikiran tidak sadar melakukan dua hal. Pertama untuk mengontrol kekuatan atau kelemahan daya tahan tubuh kita, dan yang kedua untuk mengontrol fungsi tubuh secara otomatis, seperti ; detak jantung, kedipan mata, dan hal lainnya. Kita tidak perlu  membicarakannya untuk saat ini, lupakan saja untuk sementara waktu.

Sekarang kita melangkah untuk meninjau pikiran sadar. Pikiran sadar telah kita gunakan sepanjang waktu. Saya ingin menjelaskan  empat bagian tentang pikiran sadar. Yang pertama, adalah bagian yang bertugas melakukan Analisa.

Maksudnya? Bagian tersebut menganalisa permasalahan yang kita hadapi, dan menentukan  solusinya. Juga bagian yang bertanggung jawab untuk membuat keputusan bagi kita setiap harinya. Keputusan serasa otomatis keluar dari pikiran kita tetapi sebenarnya tidak. Contohnya, ”Haruskah saya membuka pintu?” ”Haruskah saya menghidupkan air?” ”Haruskah saya mengikat tali sepatu saya?” . Kita berpikir semuanya otomatis, padahal kita sebenarnya membuat keputusan untuk melakukannya atau tidak.

Bagian  pikiran sadar yang kedua adalah yang bertugas melakukan rasionalisasi. Fungsinya untuk memberi alasan mengapa kita melakukan kebiasaan tertentu. Apabila kita melakukan sesuatu tanpa alasan maka kita akan merasa cemas, gelisah, frustasi dan apabila berkepanjangan akan menyebabkan penyakit mental yang serius. Di rumah sakit jiwa contohnya banyak orang yang mengidap penyakit mental dan mereka tidak tahu penyebab sebenarnya. Terkadang terapi yang dilakukan hanyalah enyentuh bagian rasional ini saja. Permasalahannya adalah jawaban yang diberikan oleh pikiran rasional bukan jawaban yang sebenarnya, sudah terjadi distorsi. Sebagai contoh, orang yang merokok beralasan bahwa rokok dapat membuat mereka merasa tenang, rileks, dan memberikan waktu sejenak untuk berpikir.

Orang yang mempunyai kelebihan berat badan biasanya mengatakan, bahwa mereka makan karena merasa bosan, atau  karena gelisah atau ada permasalahan dengan hormon. Alasan yang mereka katakan bukan alasan sebenarnya. Sebelum perokok membangun kebiasaannya, dia mendengar dari perokok lain yang mengatakan ” Merokok dapat membuat saya tenang dan rileks” atau orang yang bermasalah dengan berat badan pernah mendengar dari orang lain, ” Berat badanku naik karena makan terus saat aku gelisah.”

Bagian  selanjutnya dari pikiran sadar adalah bagian yang bertugas mengontrol kemauan diri atau kehendak. Kita sangatlah akrab dengan istilah kekuatan kehendak atau kemauan diri.  Katakakanlah kita ingin berhenti rokok dan kita mengatakan ”mulai dari sekarang saya berhenti merokok dan demi Tuhan saya benar – benar akan berhenti merokok”. Kita semua  tahu kira – kira sampai kapan itu bertahan? Sampai kapan kemauan untuk diet bertahan? 

Hal itu bertahan hingga kemauan diri atau kehendak kita menjadi lemah dan kebiasaan lama terulang kembali. Bagian terakhir dari pikiran sadar kita adalah bagian yang menyimpan  memori jangka pendek. Memori tersebut kita butuhkan setiap hari. Seperti ”bagaimana saya menemukan jalan menuju tempat kerja?, Siapa nama istri atau suami?, Siapa nama – nama anak saya? Berapa nomor telepon saya?” dan lain sebagainya, memori tersebut kita butuhkan rata- rata hampir setiap hari.

Itulah  semua tentang pikiran sadar. Saya ingin anda menyadari bahwa ini semua merupakan bagian dari diri kita. Sebagai contoh, pernahkah anda ingat film Star Trek, saya yakin anda ingat karakter seperti Spock. Spock adalah orang yang sangat analitis dan logis. Jadi pikiran sadar kita, bila Anda setuju , bisa kita sebut dengan Spock. Sangat logis dan analitikal dan seringkali salah. (bersambung)

Ariesandi S

Founder Akademi Hiponterapi Indonesia

www.akademihipnoterapi.com

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments