Yang

Yang

img
ilustrasi

Sebagai direktur Kubik saya sangat senang karena kepercayaan perusahaan-perusahaan ternama kepada Kubik terus meningkat. Bahkan di tiga bulan terakhir ini, jadwal kami sangat padat. Dalam satu hari terkadang ada 11 training di berbagai perusahaan ternama di Indonesia. Dari pergulatan dan seringnya interaksi kami dengan berbagai karyawan, kami menjadi tahu bagaimana mental karyawan yang menjadi bintang dan karyawan yang karirnya tidak berkembang.

Saya yakin, setiap karyawan yang sehat akal dan jiwanya pasti ingin menjadi yang terbaik di perusahaan tempat ia bekerja. Ia ingin menjadi bintang di pekerjaannya. Orang-orang di atas rata-rata ini terus  bertumbuh dan berkontribusi terhadap perusahaan. Namun selalu ada saja karyawan yang menjadi pecundang.

Saran saya, jauhi hal-hal yang "diharamkan" bagi Anda yang ingin menjadi bintang di perusahaan Anda. Sebab apabila Anda melakukan sesutau yang "diharamkan" Anda bisa termasuk didalam kelompok pecundang di perusahaan tempat Anda bekerja. Apakah hal-hal yang "diharamkan" itu?

Pertama, penyakit BED. Fakta menunjukkan bahwa karyawan yang tidak berkembang atau karirnya mentok memiliki tiga penyakit utama: Blame, Excuse, Denial (BED). Mereka punya kebiasaan menyalahkan orang lain. Mereka juga pintar mencari berbagai alasan serta menolak hal-hal baru atau sesuatu yang baik. Mereka terjebak di zona nyaman sehingga enggan menolak perubahan. Orang-orang yang punya penyakit BED ini lebih tepat disebut pecundang dibandingkan karyawan.

Kedua, meludah di sumur yang airnya Anda minum. Apa artinya? Sudah tahu tiap bulan mendapat gaji atau bayaran dari perusahaan tetapi sering menjelek-jelekkan perusahaan. Tidak tahu diri, prestasi tidak seberapa bahkan tidak punya tetapi mulut tidak dijaga. Mau menerima bayaran tetapi tidak mau menerima pekerjaan. Rasa malunya seolah sudah sirna dari dirinya. Orang-orang ini sering mengomentari kebijakan yang ditetapkan kantor, mereka pandai berkomentar dan mengkritik tetapi tidak pernah bisa memberikan solusi.

Ketiga, silo alias hanya mementingkan dirinya sendiri atau timnya. Perusahaan itu ibarat satu kapal, satu dengan lain saling tergantung dan membutuhkan. Tidak boleh penumpang bagian bawah mengambil air dengan cara melubangi kapal. Mudah bagi dirinya tetapi bisa mencelakakan semua penumpang kapal. Seorang karyawan harus berpikir bahwa apa yang dilakukan memberikan dampak bagi banyak pihak. Termasuk kelemahan atau kesalahan di timnya atau tim lain berdampak kepada kinerja secara keseluruhan.

Tentu yang "diharamkan" bagi Anda sebagai karyawan masih banyak. Namun apabila Anda meninggalkan tiga hal tersebut di atas beban negatif yang Anda bawa untuk berhasil dalam karir semakin ringan. Peluang Anda layak menjadi bintang semakin terbuka lebar. Cobalah

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments