SNI ISO 31000 sebagai Standar acuan dalam Manajemen Risiko di Indonesia

SNI ISO 31000 sebagai Standar acuan dalam Manajemen Risiko di Indonesia

img
Penerapan SNI ISO 31000 Manajemen Risiko Upaya Membangun Kepercayaan Publik

Bulan Mutu Nasional tahun 2016 mengedepankan tema ‘Standars Build Trust’. Dan salah satu Standar SNI yang menjadi satu topik penting tahun ini adalah SNI ISO 31000 Manajemen Risiko. Oleh karena itu tema ‘Penerapan SNI ISO 31000 Manajemen Risiko Upaya Membangun Kepercayaan Publik’’ menjadi suatu tema yang menarik tapi juga sekaligus menjadi suatu tantangan bagi seluruh pihak terkait untuk mewujudkan tema tersebut.

Terdapat banyak agenda yang berkaitan dengan kegiatan bulan mutu nasional mengenai SNI ISO 31000, namun dalam artikel ini, penulis akan menekankan pada 2 kegiatan penting yaitu Seminar Nasional : Penerapan SNI ISO 31000 Manajemen Risiko – Upaya Membangun Kepercayaan Publik yang diselenggarakan BSN tanggal 16 November 2016 dan  Pelatihan Manajemen Risiko berbasis SNI ISO 31000 yang diselenggarakan BSN bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia dan The Indonesian Capital Market Institute (TICMI) tanggal 21 November 2016.

Kegiatan-kegiatan tersebut tidak terlepas dari pentingnya peran BSN untuk selalu melakukan pengembangan dan penerapan dari SNI ISO 31000 sehingga standar tersebut akan semakin dikenal oleh publik dari banyak sektor. Tujuan selanjutnya diharapkan setelah standar tersebut cukup dikenal luas dapat dijadikan standar acuan bagi seluruh organisasi atau perusahaan di Indonesia dalam menerapkan manajemen risiko.

Gambar berikut menggambarkan bagaimana setiap organisasi atau perusahaan dalam rangka mencapai sasarannya akan menghadapi berbagai jenis risiko yang dapat menghambat. Dan bagaimana manajemen risiko yang sistematis dapat diterapkan dengan mengacu pada standar SNI ISO 31000.

Seminar Nasional : Penerapan SNI ISO 31000 Manajemen Risiko – Upaya Membangun Kepercayaan Publik merupakan seminar nasional yang mencoba menjelaskan lebih lanjut dari proses pengembangan dan penerapan SNI ISO 31000 yang selalu konsisten dilakukan oleh Komite Teknis 03-10. Dari tema-tema yang disampaikan dalam seminar tersebut, pembicara-pembicara dari anggota Komite Teknis 03-10 menjelaskan berbagai perspektif dalam pengembangan dan penerapan SNI ISO 31000. Tema- tema tersebut adalah:

1. Urgensi Penerapan Manajemen Risiko yang Tertelusur dengan Standar Acuan

2. Pengembangan Kompetensi SDM Mendukung Penerapan Manajemen Risiko       Berbasis SNI ISO 31000

3.  Penyiapan SDM Pendidikan Tinggi Dalam Manajemen Risiko yang Berbasis          Standar

4. Sistem Penilaian Kesesuaian Bidang Manajemen Risiko yang Tertelusur    dengan Sistem Internasional

Kegiatan lainnya yang sangat penting dalam pengembangan dan penerapan SNI ISO 31000 yang dilakukan adalah Pelatihan Manajemen Risiko berbasis SNI ISO 31000. Kegiatan ini juga merupakan langkah awal dari Komite Teknis 03-10 dalam memberikan pelatihan awal kepada publik dari berbagai sektor di Indonesia. Antusiasme dari calon peserta cukup tinggi terhadap kegiatan pelatihan ini yang terbagi dalam 6 sektor:

1. Pasar Modal

2. Keuangan

3. Pendidikan

4. Telekomunikasi-Teknologi Informasi

5. Tambang Mineral

6. Infrastruktur

Langkah-langkah pengembangan dan penerapan SNI ISO 31000 selanjutnya akan terus dilakukan pada tahun 2017 sehingga SNI ISO 31000 akan dapat  dipahami dan digunakan lebih luas menjadi standar acuan dalam manajemen risiko di Indonesia.

1 Comment

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

1 Comment

  •  
    thoriq
    2017-03-19

    NICE