Persyaratan Kompetensi auditor sistem manajemen berdasarkan ISO/IEC17021-1:2015

Persyaratan Kompetensi auditor sistem manajemen berdasarkan ISO/IEC17021-1:2015

img
ilustrasi

 

Berdasarakan ISO/IEC17021-1 versi tahun 2015, telah ditentukan dengan jelas kriteria kriteria yang harus dimiliki oleh seorang auditor sebelum diterjunkan untuk mengaudit suatu organisasi.

Terdapat 11  Persyaratan  Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang auditor sistem manajemen , yaitu :

  1. Pengetahuan praktis manajemen bisnis (Knowledge of business management practices)

Seorang auditor harus memiliki pengetahuan tentang jenis-jenis organisasi secara umum, ukuran, tata kelola, struktur organisasi, wilayah  kerja, informasi / sistem data, sistem dokumentasi, dan teknologi informasi yang berlaku di organisasi, instansi atau perusahaan yang akan di audit..

  1. Pengetahuan prinsip audit, praktis  dan teknik (Knowledge of audit principles, practices and techniques)

Seorang auditor harus memiliki pengetahuan tentang prinsip sistem audit manajemen generik, teknik praktis, seperti yang ditetapkan dalam standar ini, sehingga  cukup untuk melakukan audit sertifikasi dan untuk mengevaluasi proses audit internal.

  1. Pengetahuan standar sistem manajemen / dokumen normatif tertentu (Knowledge of specific management system standards/normative documents)

Seorang auditor harus memiliki pengetahuan tentang standar sistem manajemen atau dokumen normatif lain yang ditetapkan, , sehingga dapat  menentukan apakah telah diterapkan secara efektif dan sesuai dengan persyaratan.

  1. Pengetahuan proses badan sertifikasi  (Knowledge of certification body’s processes)

Seorang auditor harus memiliki pengetahuan tentang proses sebuah lembaga sertifikasi, sehingga dapat melakukan , sehingga sesuai dengan prosedur dan proses lembaga sertifikasi.

  1. Pengetahuan dari sektor bisnis klien (Knowledge of client’s business sector)

Seorang auditor harus memiliki pengetahuan tentang terminologi, pelaksanaan praktis dan proses umum untuk sektor bisnis klien, , sehingga dapat memahami harapan sektor dalam konteks standar sistem manajemen atau dokumen normatif lainnya.

CATATAN Sebuah sektor bisnis dipahami sebagai kegiatan ekonomi (mis aerospace, kimia, jasa keuangan).

  1. Pengetahuan produk klien, proses dan organisasi (Knowledge of client products, processes and organization)

Seorang auditor harus memiliki pengetahuan terkait dengan jenis produk atau proses dari klien, sehingga dapat  memahami bagaimana organisasi semacam itu dapat beroperasi, dan bagaimana organisasi dapat menerapkan persyaratan standar sistem manajemen atau dokumen normatif lainnya yang relevan.

  1. Keterampilan Bahasa yang tepat untuk semua tingkatan dalam organisasi klien (Language skills appropriate to all levels within the client organization)

Seorang auditor harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang pada setiap tingkat organisasi menggunakan istilah yang tepat, ekspresi dan ucapan.

  1. Pengambilan Catatan dan keterampilan menulis laporan (Note-taking and report-writing skills)

Seorang auditor harus mampu membaca dan menulis dengan kecepatan yang cukup, akurasi dan pemahaman sehingga dapat  merekam, mencatat, dengan efektif serta mengkomunikasikan temuan audit dan kesimpulan

  1. Keterampilan Presentasi (Presentation skills)

Seorang auditor harus mampu menyajikan temuan audit dan kesimpulan audit yang dapat dipahami dengan mudah. Untuk pemimpin tim atau lead auditor, mampu menyajikan temuan audit, kesimpulan, dan rekomendasi yang tepat dalam forum publik (misalnya rapat penutupan).

  1. Keterampilan Wawancara (Interviewing skills)

Seorang auditor harus mampu melakukan wawancara untuk memperoleh informasi yang relevan dengan mengajukan pertanyaan terbuka, dirumuskan dengan baik dan mendengarkan untuk memahami dan mengevaluasi jawaban.

  1. Keterampilan Audit manajemen (Audit-management skills)

Seorang auditor harus mampu melakukan dan mengelola audit untuk mencapai tujuan audit dalam jangka waktu yang disepakati. Untuk pemimpin tim / Lead Auditor, harus mampu memfasilitasi pertemuan untuk pertukaran informasi yang efektif dan mampu membuat tugas ( misalnya follow up temuan audit ) kepada auditee sesuai waktu yang ditentukan.

--- END --

 

0 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments