Pentingnya Sertifikasi Alat-alat Plambing

Pentingnya Sertifikasi Alat-alat Plambing

img
www.iapmoindonesia.org.

Air bersih adalah hal yang sangat mendasar untuk semua umat manusia. Dengan jumlah populasi di Indonesia yang terus bertambah, hal ini tentunya menjadi sangat penting. Salah satu kesulitan untuk akses air bersih pada umumnya disebabkan oleh proses pengiriman air yang kurang layak dan ditambahkan dengan pemasangan sistem plambing yang kurang memadai mempunyai dampak yang kurang baik untuk Indonesia. Menurut Bank Dunia (World Bank), sanitasi yang buruk di Indonesia menyebabkan kerugian ekonomi mencapai 2.3% PDB per tahun atau sekitar 56 triliun Rupiah. Selain dari kerugian moneter, ada banyak kerugian untuk masyarakat Indonesia sendiri seperti dalah hal kesehatan.

International Association of Plumbing and Mechanical Officials (IAPMO) didirikan pada 17 Mei 1926 di Los Angeles, Amerika Serikat, dengan misi untuk meningkatkan metode terbaru dan terbaik perihal sanitasi secara berkesinambungan, memperkembangkan kesejahteraan dan keselarasan antara pemilik/pengguna, pembangun dan tenaga ahli, dan mencapai keseragaman/standarisasi dalam penerapan peraturan.  Visi IAPMO adalah agar IAPMO diakui oleh industri dan masyarakat umum di seluruh dunia sebagai pemimpin di industri plambing dan mekanikal yang mengutamakan perlindungan kesehatan dan keselamatan, mendukung keberlanjutan dan kemajuan teknologi, dan menyediakan edukasi di bidang plambing dan mekanikal.

Para anggota pendiri IAPMO pertama kali berkumpul untuk menulis sebuah kode untuk menjaga kesehatan masyarakat yang pada saat itu mereka layani melalui praktik sistem plambing yang kurang layak. Anggota awal IAPMO adalah 39 inspektor dari California Selatan, termasuk Charles Collard, Presiden pertama dari asosiasi, dan Stephan Smoot, yang menjadi sekretaris asosiasi dari 1926 sampai dengan 1954.

Sejak itu, IAPMO telah berkembang menjadi terkenal di dunia untuk Uniform Code-nya. Dengan kantor di 11 negara bagian dan 12 negara, IAPMO telah membantu dengan pengembangan kode plambing di banyak negara seperti di Arab Saudi, Cina, India, Yordania, Mesir, Israel, Vietnam, Indonesia, Filipina, Venezuela, Kolombia, dan Abu Dhabi (Uni Emirat Arab), dan mendukung Dewan Plambing Dunia (Word

Plumbing Council) yang telah bekerjasama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) untuk membawa sistem plambing yang efisien dan baik kepada negara-negara berkembang. 

Pada saat ini, Uniform Plumbing Code yang diterbitkan oleh IAPMO banyak dipakai sebagai standar plambing teladan secara global.  Dari banyak prestasi IAPMO, sebagai contoh akreditasi-akreditasi dari banyak negara, pengakuan dari kongres di Amerika Serikat dan berbagai institusi di banyak negara atas kontribusi IAPMO di bidang plambing, kesuksesan Uniform Plumbing Code untuk melindungi kesehatan dan keselamatan lebih dari setengah populasi dunia adalah prestasi yang sangat memuaskan untuk IAPMO. 

Hubungan IAPMO dengan Indonesia di mulai pada tahun 1999 di mana IAPMO dan BSN berkesepakatan untuk berbagi pengetahuan mengenai teknologi plambing.  Pada tanggal 29 Januari 2008, IAPMO dan BSN membuat kerjasama ini secara resmi melalui penandatangan nota kesepakatan. 

Pada tahun 2008, IAPMO juga memperkenalkan sertifikasi sistem manajemen internasional seperti ISO 9001, ISO 14001 dan juga OHSAS 18001 di Indonesia.  Program sistem manajemen mutu dan lingkungan ini telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) pada tahun 2013.

Pada tahun 2013, IAPMO memperbaharui nota kesepakatan dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN) dalam hal standar sistem plambing. Pada tahun 2015, BSN, Puslitbang PU dan IAPMO bersama-sama merumuskan satu bentuk standar sistem plambing pada bangunan gedung, SNI 8153:2015, yang sesuai dengan budaya, iklim dan lingkungan di Indonesia dengan mengadopsi sebagian besar dari standar plambing milik IAPMO yaitu UPC (Uniform Plumbing Code®). 

Infrastruktur tentunya adalah salah satu hal yang kritikal untuk memastikan akses air.  Persoalan air bersih di Indonesia terutama berasal dari Infrastruktur yang kurang memadai, sistem plambing yang tidak baik, dan kurangnya awareness atas pentingnya sanitasi dan sistem plambing yang baik.  Walaupun sistem plambing yang baik ini sangat kritis, tetapi hal ini sering terlupakan.  Seringkali akses air bersih ke perumahan atau gedung-gedung sudah diberikan, tetapi air tersebut terkontaminasi ketika masuk ke dalam gedung karena sistem plambing yang tidak baik atau kurang memadai.  Tentunya proses untuk memperbaiki hal-hal ini membutuhkan waktu dan harus dimulai dari sekarang untuk memastikan akses air bersih dan sehat untuk generasi masa depan. 

Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2014 Pasal 24 menyatakan bahwa dalam hal berkaitan dengan kepentingan keselamatan, kesehatan, atau pelestarian lingkungan hidup, SNI akan bersifat wajib.  SNI 8153:2015 ini adalah SNI untuk sistem plambing di mana berkaitan dengan aspek kesehatan dan keselamatan. 

Terbitnya SNI 8153:2015 tahun lalu adalah satu step utama untuk memperbaiki hal ini.  Tanpa adanya standarisasi akan sulit untuk melaksanakan tindakan perbaikannya.  Upaya awareness atas pentingnya sanitasi dan sistem plambing yang baik sudah dilakukan dalam 3 tahun belakangan ini melalui seminar di Hari Plumbing Dunia, proyek percontohan toilet umum di Semarang, pelatihan SNI 8153:2015 yang sudah dilaksanakan di Jakarta dan Semarang melalui kerjasama dengan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) beserta Badan Standarisasi Nasional (BSN).  Besar harapan IAPMO agar kegiatan awareness akan bisa terus terlaksana dan dukungan dari pemerintah Indonesia dan industri akan terus ada dan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Dan dengan tersedianya fasilitas pengujian dan sertifikasi alat-alat plambing yang baru saja dibuka bulan Mei lalu di Cikarang tentunya sangat penting untuk mendukung proses perbaikan hal-hal ini.  Beberapa contoh peralatan plambing yang akan diuji di fasilitas baru ini adalah kloset duduk, urinal, wastafel, bak mandi, kran, katup gelontor, selang air, dll.  Perlu ditambahkan juga bahwa dengan memastikan akses air bersih dan sehat beserta sanitasi yang baik akan memberikan dampak positif dari segi ekonomi di mana akan meningkatkan pariwisata dan investasi asing di Indonesia.    

IAPMO mendirikan fasilitas pengujian dan sertifikasi di Cikarang ini untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mencapai tujuan memberikan akses air bersih dan sehat kepada masyarakat Indonesia melalui sistem plambing yang baik dimana penggunaan alat-alat plambing yang memenuhi persyaratan sangat kritikal.  Tanpa adanya pengujian alat-alat plambing, tentunya akan sulit untuk pemerintah Indonesia memastikan apabila alat-alat plambing yang dipakai di Indonesia itu sudah memadai.  Selain itu tanpa adanya pengujian dan sertifikasi alat-alat plambing di Indonesia berdasarkan SNI tersebut, Indonesia bisa menjadi “dumping ground” untuk alat-alat plambing yang substandard (tidak memenuhi syarat).  Alat-alat plambing yang substandard itu bisa berbahaya untuk kesehatan masyarakat Indonesia. 

Dengan adanya program sertifikasi alat-alat plambing ini akan memudahkan pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa Indonesia tidak akan menjadi “dumping ground” alat-alat plambing yang substandard.  Tentunya dengan memastikan pemakaian alat-alat plambing yang tersertifikasi dan instalasi yang benar dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia dan perekonomian di Indonesia.  Program sertifikasi ini juga bisa membantu industri plambing lokal menjadi lebih kompetitif di pasar internasional karena standar SNI sudah bertaraf internasional. 

Proses mendapatkan sertifikasi ini cukup mudah.  Pertama, produk harus diuji.  Setelah produk tersebut diuji dan hasilnya memuaskan, laporan pengujian tersebut akan direview oleh staf teknis beserta instruksi instalasi, gambar teknis dan hal-hal lain yang penting untuk memastikan bahwa produk tersebut memenuhi persyaratan SNI 8153:2015, tepatnya di klausul 2 atau Lampiran E.  Staf teknis akan juga melakukan inspeksi di pabrik untuk memastikan bahwa proses manufaktur produk tersebut bisa menghasilkan produk yang konsisten kwalitasnya.  Apabila hasil pengujian, evaluasi dan inspeksi tersebut memuaskan, maka produk tersebut akan mendapatkan sertifikasi. Skema sertifikasi ini dapat dilihat di situs IAPMO di www.iapmoindonesia.org.

IAPMO berkomitmen untuk terus meningkatkan kesehatan dan keselamatan masyarakat Indonesia melalui implementasi sistem plambing kedepannya dengan harapan bahwa dengan semakin banyak bangunan hotel-hotel, gedung bertingkat maupun perumahan yang menggunakan standar SNI 8153:2015 sistem plambing pada bangunan gedung maka diharapkan kualitas kesehatan dan sanitasi yang lebih baik di Masyarakat yang pada akhirnya akan membawa banyak manfaat yang dapat secara langsung meningkatkan perekonomian di Indonesia. 

0 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments