Jalankan Lima Prinsip Untuk Kembangkan Perusahaan

Jalankan Lima Prinsip Untuk Kembangkan Perusahaan

img
Anne Patricia, CEO PT Pan BrothersAnchor

Anne Patricia Sutanto merupakan sosok wanita yang percaya diri dan punya nyali besar dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis. Puteri kedua Andi Sutanto pemilik PT kayu Lapis Indonesia  yang pernah Berjaya di akhir tahun 80an ini harus menggantikan posisi sang ayah yang pada awal tahun 1991 jatuh sakit. Anne yang saat itu sedang menjalankan studi di Amerika Serikat harus kembali ke Jakarta. Padahal ia baru menjalankan kuliah selama satu tahun. Anne pun memutuskan untuk mengambil kuliah dengan cepat dari empat tahun menjadi dua tahun, dengan cara memadatkan jadwal kuliah.

Tekad yang kuat membuat Anne mampu menyelesaikan kuliah selama 2,5 tahun pada tahun 1992. Ia pun kembali ke Indonesia dan bergabung di PT Kayu Lapis Indonesia. Saat pertama kali bergabung, Anne tidak diberi kepercayaan seperti menduduki jabatan yang strategis, dan  ia juga tidak diberi job desk oleh pamannya. Langkahnya juga selalu tersandung dengan keputusan sang paman yang tidak pernah menyetujui langkah dan gebrakan yang dilakukan Anne untuk kemajuan dan kepentingan perusahaan. 

Mendapat perlakuan seperti itu Anne pun kecewa. Namun langkahnya tidak berhenti sampai disitu, ia mendapat tawaran dari paman ibunya untuk bergabung di PT Batik Keruis Grup. “Awalnya saya ragu tapi saya menerima dengan syarat. Saya belajar banyak dari peristiwa sebelumnya dan saya merasa tertantang dengan diri saya sendiri untukmembuat sesuatu yang lebih baik,” ceritanya.

Anne pun digodog oleh paman dari ibunya itu untuk nanti diterjunkan di PT Pan Brothers Tbk yang akan diambil alih oleh grup Keris. Dia dilibatkan secara penuh diawal proses pembelian saham Pan Brothers sampai dia terpilih menjadi direktur keuangan PT Pan Brothers pada tahun 1997.

“Saya mencintai apa yang saya kerjakan, semua urusan yang berkaitan dengan perusahaan akan saya jalankan dengan mudah. Saya juga mencintai bisnis di Kayu Lapis mulai dari hulu hingga hilir. Saya juga jatuh cinta pada bisnis yang dijalan Pan Brothers,” tambahnya.

Karyawan Khawatir di PHK

Pada masa transisi manajemen Pan Brothers yang baru di tahun 1997, Anne sudah mendapat perhatian yang lebih dari karyawannya. Mereka melakukan demo karena khawatir akan di PHK secara besar-besaran. Padahal saat itu yang dilakukan Anne dengan manajemen barunya adalah melakukan pembenahan di masing-masing divisi.

Anne menyatakan jika pembenahan masing-masing divisi di manajemen yang baru itu merupakan hal yang wajar, karen tim manajemen baru menerapkan budaya kerja yang baru juga, untuk ambisi yang sangat tinggi. “Kita kan akan bersaing di pasar global, bukan hanya sebagai pensuplai di pasar global jadi harus melakukan perubahan yang besar, kalau tidak mau ikuti aturan yang ada resikonya tentu pemutusan hubungan kerja,” tegasnya.

Karena menurutnya, Pan Brothers adalah industri garment yang padat karya sehingga tantangannya tentu sangat besar. Oleh karena itu menurut Anne prinsip kerja yang positif sangat penting untuk dijalankan. Anne menyatakan perusahaan harus memiliki beberapa hal, diantaranya harus punya compassion kalau tidak menurutnya maka perusahaan akan menyerah dengan keadaan.

Selain itu Integritas harus dimiliki perusahaan agar reputasi bisa dipertahankan. Hal penting lainnya adalah endurance. Tingkat endurance yang tinggi kita bisa memikirkan inovasi dan krativitas dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Prinsip Trust and faith pun dirasakan Anne sangat penting diantara tim manajemen dan pemegang saham, sehingga ritme laju perusahaan tidak ada kesalahpahaman.

Dalam karier, Anne menekankan kepada semua orang untuk pegang komitmen. Untuk bisa sukses bukan hanya smart working, tapi juga hard working. Menurutnya kesuksesan yang ia raih juga berkat lima prinsip. Kerja cerdas (smart work), kerja keras (hard work), memiliki compassion, integritas, dan daya tahan (endurance) merupakan lima prinsip yang ia pegang teguh.

“Saya selalu percaya di industri manapun sepanjang lima prinsip yaitu Commitment, Compassion, Endurance, Integrity and Faith dapat dengan cepat beradaptasi dengan bisnis apapun,” terangnya.

Penjualan Meningkat

Performa Pan Brothers dibawah kepemimpinannya menunjukan peningkatan. Pada tahun 1997 sebelum diambil alih, Pan Brothers hanya mampu melakukan penjualan sebanyak USD 12 juta per tahun. Dan hingga akhir 2015 penjualan Pan Brothers kurang lebih mencapai USD 410 juta per tahun.

Selain itu pada tahun 2005, Pan Brothers berhasil mengakuisisi PT Panca Prima Ekabrothers dan pada tahun 2007 ekspansi pabrik di Boyolali dan Sragen. Pada tahun 2011 menambah pabrik di Boyolali dan Sragen serta mengakuisisi PT Hollit Internasional. Tidak samp[ai disitu, Anne pun pada tahun 2012 mendirikan PT Ocean Asia Industry (OIA). Pada tahun 2013 mendirikan PT Ecosmart Garment Indonesia dan PT Apprelindo Prima Sentosa yang merupakan holding bisnis ritel pakaian.

Dari kesuksesannya mengembangkan Pan Brothers, pada akhirnya di tahun 2002 ia bisa mengambil alih manajemen beberapa anak perusahaan milik PT KLI. Pengalaman yang dimiliki Anne sebagai professional yang mampu mengembangkan bisnis membuat ia yakin bahwa bekerja dimanapun dan disektor apapun Ttetap sama, yang terpenting menurutnya adalah komitmen.

“Untuk bisa meraih kesuksesan bukan hanya dengan smart working tapi juga hard working. Ambisi dalam hal positif itu tidak ada yang salah, karena mendorong seseorang bekerja lebih termotivasi,” tegasnya.

Obsesi Anne sejak memulai bisnis adalah bisa bersaing di tingkat global dan mencapai skala dunia. Bukan hanya untuk Pan Brothers tapi juga perusahaan lain yang ia pimpin. “Obsesi saya perusahaan yang saya pimpin bisa berskala multinasional, saat ini masih nasional tapi tujuannya multinasional yang harus tumbuh secara berkelanjutan,” terangnya.

Membagi Waktu Antara Kerja dan Keluarga

Walau sudah menjadi sosok pengusaha wanita yang terbilang sukses namun ia tetap bisa membagi waktu antara keluarga dan pekerjaannya. Disini tercermin karakter bahwa ia tidak melupakan kewajibannya sebagai wanita dan ambisi terhadap usaha serta karirnya.Anne mengaku tidak merasa kesulitan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya baik itu di perusahaan dan didalam keluarganya. Ia juga ingin menjadi inspirator bagi anak-anaknya dan bagi bawahannya melalui dedikasi, cara hidup, dan prinsip yang ia pegang.

Diawal pernikahan Anne pun sudah berkomitmen dengan suaminya ika sudah menikah ia tetap ingin terus bekerja, suaminya pun setuju asal ada quality time dengan keluarga. Kunci untuk menjalankan keduanya adalah pintar membagi waktu. “Kewajiban sebagai ibu rumah tangga sekaligus wanita karier juga harus dijalankan secara beriringan,” paparnya.

Investasi Pabrik di Tahun 2015

Pada pertengahan tahun 2015 Perusahaan tekstil PT Pan Brothers Tbk investasi di empat pabrik baru senilai 34 juta dollar AS atau setara Rp459 miliar dengan mengusung nama PT Eco Smart Garment di Klego dan Sambi, Boyolali.

Pabrik yang menyerap 12.000 tenaga kerja tersebut melengkapi pabrik garmen perusahaan menjadi 17 unit selain pabrik yang telah beroperasi di Tangerang, Sukabumi, Bandung, dan Sragen.

Pan Brothers menghasilkan produk untuk brand Jepang yang dikelola Mitsubishi, Adidas, The North Face, Calvin Klein, Hugo Boss, New Balance, Ferrari, dan masih banyak lagi.

pihaknya berencana membangun tiga pabrik garmen lagi di Jawa Tengah sehingga totalnya mencapai 7 pabrik berinvestasi total 60 juta dollar AS atau sekitar Rp 810 miliar. “Kami juga menargetkan ekspansi ke hulu industri tekstil yang memproduksi kain berbahan polyster dan nylon jika ditemukan partner yang cocok,” ujar Anne.

Perusahaan membutuhkan ekspansi ini untuk mengembangkan produk lebih jauh lagi, yang jika terealisir akan meningkatkan nilai tambah dan mengurangi penggunaan devisa yang sebelumnya dipakai untuk impor bahan baku.

0 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments