TOP 99 INOVASI PELAYANAN PUBLIK TAHUN 2016 : Si MaNEiS

TOP 99 INOVASI PELAYANAN PUBLIK TAHUN 2016 : Si MaNEiS

img
-

Kabupaten Sidoarjo untuk kesekian kalinya kembali menerima penghargaan dari Menteri PAN RB Prof. Dr. Yuddy Crisnandi, karena berhasil meraih TOP 99 Sistem Inovasi Pelayanan Publik Nasional, Kamis (31/3/2016) di JX Expo Jatim, dalam acara simposium dan gelar inovasi pelayanan Publik Nasional Tahun 2016. Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah, SH, M. Hum menerima langsung penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara RB Dr. Yuddy Crisnandi di Jatim Expo karena dianggap memiliki suatu terobosan dalam pelayanan publik yang mampu merespon dengan cepat dalam melakukan penanganan terhadap pasien.

RSUD Kabupaten Sidoarjo membuat inovasi terbaru untuk memberikan pelayanan yang terbaik dan maksimal kepada masyarakat yang dikenal dengan SI MANEIS – Sidoarjo Maternal Neonatal Emergency SMS Gateway  menerapkan dan mengembangkan inovasi berbasis jejaring informasi yang sudah umum digunakan tenaga kesehatan sebagai perwujudan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk rujukan maternal dan neonatal di RSUD Sidoarjo.

Melalui Si MaNEiS, perujuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan RSUD Kabupaten Sidoarjo, sehingga ada informasi awal kondisi pasien. Hal ini berdampak pada: kesiagaan dan kesiapan skill (respon time) petugas MNE (Maternal Neonatal Emergency) lebih cepat, adanya advis pra rujukan, transfer ilmu ke perujuk, biaya lebih murah dan adanya peningkatan kinerja pelayanan MNE RSUD Kabupaten Sidoarjo. Pencatatan data rujukan lebih cepat (real time), data tindakan dan advis lebih lengkap sejak pasien ditangani hingga pasien pulang

Si MaNEiS telah direplikasi di 14 Rumah Sakit dan dimanfaatkan oleh 26 Puskesmas dan lebih dari 800 tenaga kesehatan di Kabupaten Sidoarjo. Dinas Kesehatan Pemprov Jatim melihat manfaat sistem ini dan akan melanjutkan / replikasi ke seluruh kab/kota, dan sistem aplikasi ini akan diberikan kepada semua Dinkes kab/kota.

Berdasarkan data pasien rujukan peristi (Ibu dan Bayi yang berisiko tinggi) tahun 2012, menunjukkan  jumlah ibu hamil yang datang sendiri sebanyak 438 pasien, yang datang sendiri membawa rujukan sebanyak 902 pasien, dan yang diantar petugas sebanyak 1240 pasien. Jumlah ibu hamil risiko tinggi yang sedemikian tinggi (rata-rata lebih dari 10 orang per hari), bilamana datang tanpa informasi awal akan sangat menghambat kelancaran penanganan, baik dari sisi kesiapan petugas maupun sarana dan prasarana yang ada. Belum lagi kepanikan dari pihak keluarga yang mengantar seringkali menambah suasana tidak nyaman bagi petugas. Kondisi ini mengakibatkan pasien dapat dirujuk ke RS yang lain, bilamana fasilitas di RSUD sudah penuh terpakai, dan hal ini dapat berdampak buruk  bagi ibu hamil ataupun bayi.

Menanggapi permasalahan tersebut, Tim PONEK RSUD Kabupaten Sidoarjo didukung tim Program EMAS yang didanai oleh USAID menerapkan dan mengembangkan inovasi berbasis jejaring informasi yang terorganisir secara tepat, cepat, efektif, efisien  pada rujukan maternal neonatal, yang dikenal dengan SI MANEIS – Sidoarjo Maternal Neonatal Emergency SMS Gateway,  sebagai perwujudan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk rujukan maternal dan neonatal di RSUD Sidoarjo.

Si MaNEiS merupakan suatu sistem informasi yang dapat diakses oleh semua bidan, klinik Rumah Bersalin, Puskesmas dan rumah sakit lain yang telah teregistrasi dengan Si MaNEiS. Rujukan dapat dilakukan dengan mengirimkan sms ke Si MaNEiS call center dengan nomer tertentu, dan terdengar bunyi sirene yang tidak akan berhenti sebelum sms diterima.

Sms rujukan ini akan direspon langsung oleh petugas Maternal  Neonatal Emergency (MNE) disertai advis tindakan pra rujukan yang harus dilakukan oleh pihak perujuk. Bilamana sms tidak direspon dalam waktu 10 menit, perujuk dapat menelpon nomor khusus MNE, dan perujuk akan langsung menerima advis tindakan pra rujukan yang dibutuhkan. Selanjutnya kondisi akhir pasien setelah menjalani perawatan akan diinformasikan kembali kepada pihak perujuk.

Melalui sistem ini akan terbangun sebuah mekanisme komunikasi, kolaborasi, dan pertukaran informasi dalam jejaring rujukan (masyarakat, pasien, dan keluarga, tenaga kesehatan perujuk serta fasilitas penerima rujukan).

Dengan komunikasi yang baik maka perujuk akan mendapatkan kepastian tempat tujuan rujukan. Pihak rumah sakit akan siap baik tenaga maupun peralatan untuk menerima rujukan, pasien yang dirujuk akan mendapatkan tindakan stabilisasi yang sesuai dengan panduan dokter di rumah sakit dan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada dirumah sakit.

Inovasi Si MaNEiS ini telah memberikan pelayanan yang lebih baik dan lebih cepat dalam penanganan pasien maternal neonatal dengan cara mendapatkan informasi awal dari perujuk pasien kepada petugas RSUD. Sistem ini setelah dilakukan penyempurnaan dan perbaikan atas kendala dan hambatan, tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan di dalam penanganan pasien dengan jenis penyakit lainnya yang berisiko tinggi.

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments