Masih Tentang KNOWLEDGE MANAGEMENT dan FOSTER MANAGEMENT

Masih Tentang KNOWLEDGE MANAGEMENT dan FOSTER MANAGEMENT

img
-

Sebagaimana telah dibahas, untuk meningkatkan kemampuan mempertahan posisi pasar dalam negeri dan mempenetrasi pasar internasional Perusahaan harus mengembangkan kemampuan inovasi dengan kepemilikan knowledge management.

Seperti tampak pada Gambar 1.0. pengembangan kemampuan inovasi akan dilandaskan pada sejumlah prinsip sebagai berikut:

  1. Pembentukan fondasi untuk menstimulasi perkembangan kemampuan inovasi.
  2. Pengembangan strategi peru-sahaan yang efektif melalui pengembangan inovasi.
  3. Pengintegrasian inovasi sebagai elemen proses pengembangan sistem manajemen mutu secara berkelanjutan.
  4. Penerapan Teknologi Informasi untuk mendorong perkembangan kemampuan inovasi dan knowledge management.
  5. Pengembangan proses untuk menyaring inovasi yang akan dikembangkan menjadi proses dan produk Perusahaan.
  6. Pengintegrasian kultur inovasi ke dalam struktur tanggung jawab dan peran organisasi

 

Prinsip-prinsip tersebut saling bergantungan dan pembentukannya terjadi melalui proses yang cukup panjang. Untuk mempercepat sejumlah inisiatif sebagai berikut akan dilaksanakan.

Pengembangan Fondasi Perkembangan Kemampuan Inovasi

Inisiatif ini terkait dengan salah satu arah transformasi kultur perusahaan sebagaimana telah dibahas terdahulu. Oleh karena itu prosesnya diawali dari pimpinan puncak kemudian disebarluaskan secara berjenjang dan didukung oleh strategi komunikasi yang tepat. Pimpinan puncak Perusahaan akan mensupervisi dan menetapkan kebijakan untuk mendukung pengembangan bisnis yang inovatif. Bahkan manajemen puncak juga akan memberikan signal bahwa tanpa kemampuan inovasi akan sukar bagi Perusahaan untuk tumbuh dengan tingkat yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun kepemimpinan dan signal manajemen puncak tidak mungkin menstimulasi perkembangan kemampuan inovasi secara efektif apabila tidak diinstitusikan ke dalam organisasi dan proses kerja Perusahaan. Oleh karena itu, dalam inisiatif ini tercakup pembentukan Center of Excellence yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan pengembangan dan pengenalan suatu inovasi ke pasar sebagai bagian dari product life cycle, tentunya dengan melibatkan account partner dan manager, manajemen dan spesialis di cabang, serta unit pendukung yang relevan.

Gambar 2.0 menunjukkan proses inovasi serta daya dukung yang diperlukan. Center of Excellence bertangung jawab: (i) mengusulkan kebijakan inovasi dan strategi teknologi sesuai dengan strategi bisnis Perusahaan, (ii) mengembang mekanime dan prosedur mulai dari proses pembentukan gagasan, seleksi, perencanaan, pengembangan, introduksi ke pasar, dan pengelolaan suatu inovasi, dan (iii) memetakan kompetensi yang dimiliki oleh Perusahaan, baik di kantor pusat maupun cabang.

Gambar 3.0. menguraikan kriteria yang akan digunakan untuk menyaring usulan inovasi. Pengembangan suatu usulan inovasi akan ditentukan berdasarkan prospek pasar dan peningkatan pendapatan/profitibilitas Perusahaan, serta keselarasan dengan strategi bisnis dan kompetensi Perusahaan.  

 

Dengan model bisnis ini segmen pelanggan dan perspektif pelanggan terhadap nilai suatu inovasi dianalisis untuk mengetahui prospek pasar dan potensi menghasilkan pendapatan dan profitabilitas bagi Perusahaan. Demikian pula dengan saluran dan hubungan kerja yang harus dibentuk untuk mengakses pelanggan, termasuk kemungkinan melalui account management system dan cabang. Di samping itu, kegiatan, sumber daya, kemitraan dengan pihak lain, serta biaya yang diperlukan untuk mengembangkan dan menyediakan produk tersebut akan dievaluasi. 

 

Perbaikan Knowledge Management

Pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki Perusahaan pada saat ini umumnya masih terfragmentasi di berbagai unit kerja serta tidak terdefinisi dan terkomunikasikan dengan baik, sehingga tidak dapat dimanfaatkan antar unit kerja dengan baik. Ini terjadi bahkan di perusahaan yang sudah mapan dan sudah memiliki sertifikat ISO.

 

Untuk mendukung perkembangan kemampuan inovasi dan efektivitas semua elemen manajemen portofolio produk, Perusahaan akan mengkonsolidasikan pengetahuan dan kemampuan tersebut ke dalam sistem knowledge management. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan pengetahuan tentang pelanggan serta perkembangan/perubahan dan peluang pasar.
  • Meningkatkan efektivitas fungsi account management system, service life cycle management, dan service delivery management
  • Meningkatkan pendayagunaan pengetahuan dan aset yang dimiliki Perusahaan untuk mempercepat dan mengurangi tingkat risiko pengembangan produk serta mempercepat penyelesaian berbagai masalah.
  • Memperkuat proses perencanaan strategik dan pengambilan keputusan.

Email : mulyantoenergy@gmail.com

 

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments