Terapkan Kurikulum Baru Untuk Tingkatkan Kompetensi Taruna Agar Lebih Profesional

Terapkan Kurikulum Baru Untuk Tingkatkan Kompetensi Taruna Agar Lebih Profesional

img
Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta

Untuk merubah kondisi yang beberapa waktu lalu sempat mencemarkan nama baik instansi ini, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) yang berada dibawah BPSDM Kementrian Perhubungan melakukan beberapa perubahan. Marihot yang dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala STIP diberi mandate untuk merubah desain interior dan juga kembali menata ulang seluruh kegiatan mulai dari kurikulum hingga ekstrakulikuler  di kampus tersebut

“Kami akan mengembalikan kondisi STIP agar lebih kondusif dan sarana serta prasarana didalam kampus harus ada yang kami rubah. Kami akan mengganti warna cat di kampus ini, ini dilakukan untuk pencerahan agar aura yang baru bisa hadir di kampus ini. Dan pada bulan maret 2017 ini harus terealisasi sepenuhhnya,” paparnya.

Untuk merubah warna baru tersebut, Marihot mengaku telah bekerjasama dengan perusahaan cat terkemuka di Indonesia. Dimana warna-warna baru akan mengihasi asrama Taruna, Ruang Kelas, serta Ruang makan. “Kami bekerjasama dengan Dulux untuk konsep design interior yang baru,” jelas Marihot.

Selain mengganti warna kampus, STIP juga bekerjasama dengan pihak TNI AL, Dimana, STIP mengajukan 40 pengawas dari TNI AL. Marihot mengatakan telah

bertemu dengan pihak TNI AL untuk menambah pengawas di kampusnya, namun dari 40 yang disetujui hanya 10 personil.

Selain itu STIP menurutnya juga akan mereview seluruh Taruna dengan psiokotest, gunanya adalah dari hasil tersebut dapat mengukur tingkat emosional dari para Taruna dan juga mengetahui tingkat emosional apakah konsisten tinggal di asrama dan seberapa tahan daya tahan tubuh mereka untuk tinggal di asrama.

“Sementara itu kegiatan-kegiatan seperti Drum Band sementara dihentikan. Dan langkah yang diambil selanjutnya, Taruna yang ditempatkan di kapalkapal yang ditempatkan di pos-pos itu sementara ini ditiadakan. Jadwal harian juga sementara kita ubah kuliah yang dimulai pada pukul 7.30 wib sampai dengan 15.30 wib,” paparnya.

Selama ini Sekolah Tinggi yang setara dengan Diploma 4 ini berjalan selama 8 semester, Dimana pada semester satu hingga semester empat Taruna berada di kampus dan di asrama, kemudian semester lima dan semester enam selama satu tahun Taruna berada di kapal untuk praktek. Sementara itu semester tujuh dan delapan Taruna kembali ke asrama lagi untuk pembelajaran. Sehingga total Taruna harus menjalankan studi di STIP selama empat tahun.

“Nah saat ini kita punya kurikulum model baru dan ditangani langsung oleh Kepala Badan, kita rubah semua kurikulum lama dan kurikulum baru ini nantinya itu sudah di standardkan oleh internasional dan itu sudah berlaku diseluruh dunia,” tambah Marihot.

Kurikulum model baru yang diterapkan oleh STIP adalah 70% praktek dan 30% teori ini menjadikan Taruna professional. “Kurikulumnya tetap di semester pertama sampai semester empat tetap berada di kampus dan asrama, dan semester lima sampai enam mereka praktek di kapal, setelah praktek mereka turun dari kapal dan melakukan ujian untuk mendapatkan sertifikasi kompetensi. Kalau lulus maka kami akan berikan misalkan untuk ANT 3 kita kasih sertifikatnya,” paparnya.

Semester tujuh dan delapan, Taruna tidak lagi berada di asrama, mereka berada di kapal, dan dikapal tersebut akan ditunjuk dosen tutorialnya. Taruna akan dibmbing melalui tutorial dan semester tujuh dan delapan Taruna juga menyusun skripsi. “Setelah semester tujuh dan delapan selesai mereka datang lagi ke kampus tapi datang bukan sebagai mahasiswa, melainkan sebagai perwira muda dan skipsi mereka kita uji. Kalau lulus Diploma empatnya sudah selesai dan kompetensinya sudah teruji. Sehingga begitu kurikulum yang baru lebih bagus dari sebelumnya. Jika ini nanti bagus maka akan kita terapkan diseluruh Indonesia,” terangnya.

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments