Jaga Lingkungan, Menperin Dukung Plastik Terbuat dari Singkong

Jaga Lingkungan, Menperin Dukung Plastik Terbuat dari Singkong

img

Konsumsi Plastik di Indonesia kian tahun terus mengalami kenaikan. Tercatat pada tahun 2016 konsumsi plastik di tanah air mencapai 4,8 Juta Ton atau tumbuh 5,2 % bila dibandingkan dengan tahun 2015 yang mencapai 4,5 Juta ton. Meningkatnya konsumsi Plastik setiap tahunnya tentu berdampak buruk bagi lingkungan, karena plastik yang terbuat dari bahan polyethylene ataupun polypropylene membutuhkan waktu lebih dari 3000  tahun untuk dapat terurai secara sempurna. 

Berdasarkan hal ini, kementerian perindustrian mendorong keberadaan Produsen biodegradable plastic atau plastik yang mudah terurai secara alami. Plastik yang ramah lingkungan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pelestarian lingkungan hidup.“Kami mendukung pabrik ini agar terus ekspansi dan mengembangkan teknologinya. Bahkan, potensi investasinya masih cukup besar,” Ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat mengunjungi PT Inter Aneka Lestari Kimia dan PT Harapan Interaksi Swadaya di Tangerang, Banten, Senin (8/5). 

Biodegradable plastic adalah inovasi terbaru yang diciptakan PT Inter Aneka Lestari Kimia dan PT Harapan Interaksi Swadaya. Produk yang mereka ciptakan adalah kantong plastik yang terbuat dari bahan dasar singkong. Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak lingkungan akibat meningkatnya konsumsi plastik, Menperin berharap produksi biodegradable plastic dapat terus meningkat 5 persen setiap tahunnya. “Kalau bisa, dalam waktu dua tahun ini, produknya 10 kali lipat makin banyak. Jadi, tidak hanya menggantikan untuk shopping bag tetapi juga packaging secara keseluruhan, dan tidak hanya di pasar modern tetapi juga tradisional,” papar Airlangga.

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments