Nomor Pelumas Terdaftar sebagian dari SNI

Nomor Pelumas Terdaftar sebagian dari SNI

img

Wacana SNI Wajib untuk Pelumas memang sudah lama menjadi bahan perdebatan. Khususnya dari produsen yang selama ini mempertanyakan ketimpangan regulasi dimana selama ini untuk pelumas telah diatur dalam regulasi NPT.

Saat ini untuk pelumas berlaku regulasi NPT (Nomor Pelumas Terdaftar) oleh kementerian ESDM melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 053 Tahun 2006 tentang wajib daftar pelumas yang dipasarkan di dalam negeri dan Keputusan Menteri ESDM 2808 K/20/MEM/2006 Standar dan Mutu (Spesifikasi) pelumas yang Dipasarkan di Dalam Negeri.

Regulasi tersebut secara prinsip sebenarnya sudah menggunakan SNI sebagai acuan (lihat pasal 3 Permen 053 Tahun 2006).  Dan jika dianalisa maka parameter dalam Kepmen dan SNI relatif sama. Kepala Pusat Akreditasi Lembaga Sertifikasi, Badan Standardisasi Nasional, Donny Purnomo menerangkan  bahwa sebenarnya penerapan SNI tersebut sudah dilakukan, yang berbeda adalah mekanisme penerapannya, dalam NPT mekanisme penerapan tidak melalui sertifikasi melainkan melalui pengujian. Dalam hal ini produsen yang ingin mengedarkan produknya di dalam negeri setelah melakukan pendaftaran akan diambil contohnya dan di uji berdasarkan parameter dalam kepmen yang notabene juga merupakan identik /sebagian parameter dari SNI pelumas.

Sehingga kalaupun ada yang perlu ditingkatkan adalah mengenai mekanisme penjaminan mutu dan mekanisme penjaminan konsistensi produk pelumas yang beredar.

“Jika yang dimaksudkan standar adalah regulasi NPT maka regulasi tersebut kurang lebihnya sama dengan SNI produk pelumas, yang berbeda adalah metode evaluasinya,” terang Donny. “Jika NPT hanya mensyaratkan pengujian yang berarti produk yang diambil sampelnya sesuai dengan standar maka dengan sertifikasi SNI selain pengujian akan dilakukan inspeksi proses produksi sehingga jaminan yang diberikan bukan hanya bahwa produk tersebut sesuai standar namun produk tersebut sesuai standard dan diproduksi dengan proses yang mampu menjamin konsistensi kualitas produk tersebut. Sehingga konsumen mendapatkan jaminan yang lebih dari produk yang ber SNI,” tambahnya. 

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments