Pertamina Lubricants: SNI Simbol Kedaulatan Negara

Pertamina Lubricants: SNI Simbol Kedaulatan Negara

img

Berbicara mengenai SNI, maka ada dua hal penting didalamnya yaitu negara dan konsumen dalam negara tersebut dalam hal ini masyarakat Indonesia. Konsumen menggunakan produk berarti dia berhak mendapatkan perlindungan yang dijamin oleh produsen. Apalagi jika kita berbicara tentang pelumas dimana aspek safety sangat krusial didalamnya. Sehingga dicanangkannya SNI wajib untuk pelumas sangat patut diapresiasi.

SNI adalah representasi hadirnya Negara tidak hanya dalam dinamika industri nasional namun juga secara global. Corporate Secretary PT. Pertamina Lubricants Arya Dwi Paramita menjelaskan bahwa hal ini dihadapi juga oleh pelumas Indonesia yang ingin masuk ke pasar negara lain. Negara yang dituju tentunya memberlakukan standar kualitas yang jelas bagi produk yang masuk ke negaranya dan produsen harus bisa memenuhinya. “Indonesia sudah seharusnya memiliki aturan tersebut, karena negara lain pun pasti mengedepankan kepentingan negaranya. Apalagi lagi ketentuan ini berdampak positif terhadap perlindungan konsumen pelumas di dalam negeri,” tegasnya.

Sebagai salah satu anak perusahaan BUMN, imbuh Arya, Pertamina Lubricants terus berupaya untuk bisa memenuhi ketentuan yang berlaku. "Intinya kami akan terus memenuhi ketentuan yang berlaku," ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan bahwa saat ini telah ada 13 varian produk Pertamina Lubricants yang telah ber-SNI secara sukarela. “Bahkan saat ini Pertamina Lubricants sedang memproses sekitar 60-an varian produk untuk uji SNI yang saat ini sedang berada di Balai Sertifikasi Industri,” imbuhnya.

Senada dengan Arya, Tulus Abadi ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menegaskan bahwa semua produk pelumas yang dari luar negeri wajib ikut SNI. Tulus berujar bahwa pada dasarnya pelumas yang ada dipasaran saat ini tentunya juga telah memenuhi standar dari pabrikan. “Namun tentunya Indonesia memiliki regulasi sendiri yang merupakan otoritas sekaligus kedaulatan ekonomi,” ungkapnya. Belum lagi jika terdapat produk-produk luar yang masuk tetapi tidak mempunyai standar yang jelas. “Harus ada operasi pasar untuk itu,” tegas Tulus.

Dilanjutkan Arya bahwa ini kemudian selain bentuk perlindungan konsumen dan kedaulatan Negara, juga untuk melindungi industri pelumas dalam negeri itu sendiri dari serbuan produk pelumas yang tidak sesuai standar. Sehingga kemudian persaingan dalam industri ini menjadi lebih sehat. Yaitu tinggal bagaimana masing-masing produsen berlomba untuk memenuhi sekaligus meningkatkan mutu-nya. Outputnya secara bisnis tak lain dan tak bukan adalah kepercayaan konsumen. Sejalan dengan itu, iklim investasi juga akan membaik dengan adanya persaingan industri yang sehat lewat regulasi yang kuat.

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments