Pelumas Wajib ber-SNI

Pelumas Wajib ber-SNI

img

Kapasitas produksi pelumas dalam negeri pada tahun 2016 sebesar 2.041.500 kl/tahun dengan utilisasi saat ini hanya sebesar 42%, hal ini terlihat dari produksi pelumas dalam negeri hanya sebesar 858.360 kl/tahun. Sedangkan kebutuhan pelumas dalam negeri setiap tahunnya semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan kendaraan bermotor dan industri . Kebutuhan pelumas dalam negeri mengalami kenaikan trend dari tahun sebelumnya sebesar 9% dari 1.051.115 kl/tahun pada tahun 2015 menjadi 1.144.320 kl/tahun pada tahun 2016.

Sementara itu impor pelumas mengalami kenaikan trend dari tahun sebelumnya sebesar 140% dari 191.187 kl/tahun pada tahun 2015 menjadi 459.737 kl/tahun pada tahun 2016 dengan nilai US$ 315.362.668,00. Impor pelumas tetap dibutuhkan untuk produk atau merk-merk tertentu, namun tetap diperlukan pengaturannya. Neraca perdagangan pelumas pada tahun 2016 terhadap impor adalah sebesar 23,6%.

Pengaturan impor sendiri diatur dari bagaimana produk tersebut memenuhi persyaratan mutu serta regulasi yang berlaku. Sehingga produk impor yang masuk memiliki jaminan mutu terhadap kualitas produk nya. Hal tersebut bukan saja sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen di Indonesia tetapi juga sebagai  kedaulatan ekonomi nasional lewat infrastruktur mutu yang dimiliki dalam hal ini lewat Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pelumas ber SNI adalah pelumas yang memenuhi regulasi dan memiliki nilai tambah, dari sisi jaminan kualitas dan pemastian konsistensi produk. Ada dua hal disini yang kemudian terkait dengan perlindungan konsumen, yang pertama terkait keamanan, konsumen haruslah mendapatkan kepastian bahwa produk pelumas yang dia beli adalah produk yang aman sesuai peruntukannya, yang kedua terkait unjuk kerja (kualitas), konsumen  perlu mendapatkan jaminan bahwa jika ia membeli produk pelumas maka kualitas produk yang ia dapatkan adalah benar sesuai dengan yang dinyatakan / diiklankan Produsen.

Dalam hal penerapan SNI, produk pelumas dengan tanda SNI memberikan jaminan kepada konsumen bahwa produk tersebut memenuhi regulasi sehingga aman digunakan sesuai peruntukannya yang kedua jika pelumas tersebut produk dengan jenis yang high performance maka konsumen mendapatkan jaminan bahwa ia akan mendapatkan produk yang high performance, karena produk tersebut telah diuji berdasarkan standard  yang berlaku dan telah dilakukan inspeksi bahwa memang perusahaan yang memproduksi mampu memproduksi produk yang high performance dan memiliki kemampuan untuk menjaga konsistensi kualitas produknya. 

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments