Evalube: Semoga SNI Menjadi Acuan Konsumen dalam Mengambil Keputusan

Evalube: Semoga SNI Menjadi Acuan Konsumen dalam Mengambil Keputusan

img

Evalube dibawah bendera Wiraswasta Gemilang Indonesia merupakan pelopor penerapan SNI untuk pelumas. Pada tahun 2007, WGI yang juga merupakan bagian dari Asosiasi Produsen Pelumas Dalam Negeri (Aspelindo) menjadi salah satu pemrakarsa usulan SNI untuk pelumas itu sendiri. Sebagai salah satu pemrakarsa, kemudian WGI lah yang pertama kali menerapkan SNI secara sukarela. Karena masih bersifat sukarela,  belum semua line produknya ber-SNI. Hanya di kategori otomatif produk WGI ber-SNI. Meliputi untuk pelumas mesin roda dua, roda empat bensin, dan roda empat diesel. “Perpanjangannya akan dilakukan audit bulan Juni tahun ini,”  terang Ivan Rastianto, Marketing Manager Evalube.

Terkait direncanakannya regulasi wajib SNI untuk pelumas, Evalube menyambut baik karena hal tersebut berhubungan dengan perlindungan terhadap konsumen. “Pada dasarnya kita akan comply dengan regulasi dari pemerintah,” tukas Ivan. Beberapa perwakilan SNI di produk pelumas Evalube untuk kendaraan roda dua yaitu Evalube Runner-X dan Evalube 4T-PRO, kemudian untuk kendaraan roda empat mesin bensin yaitu Evalube Molytec sedangkan mesin diesel yaitu Evalube HD dan Evalube Super Transco.

Produk-produk Evalube yang telah ber-SNI tersebut merupakan produk yang spesifikasinya memiliki pangsa pasar yang besar di Indonesia. Seperti untuk sepeda motor yaitu di spesifikasi 20W-40 dimana Evalube Runner-X menjadi andalan WGI sebagai produk yang telah ber-SNI. “Alasannya kenapa produk-produk tersebut yang saat ini kami pilih memiliki SNI ialah memang karena potensi pasarnya,” terang Ivan.

“Tinggal bagaimana kemudian edukasi tentang SNI kepada masyarakat ini lebih ditingkatkan lagi,” tambah Ivan. Ivan berharap bahwa SNI benar-benar akan menjadi acuan konsumen dalam mengambil keputusan. “Beda nya dengan Nomor Pelumas Terdaftar (NPT) saat ini ialah bahwa masyarakat sebatas mengetahui jika hal tersebut sekedar nomor. Tak ada edukasi sama sekali bahwa didalamnya juga ada tahapan pengujian,” ungkap Ivan. “Sedangkan SNI yang lebih popular di masyarakat sebagai acuan produk yang bermutu, tetap juga kami sebagai produsen merasa sosialisasinya juga harus lebih ditingkatkan,” imbuhnya.

Ivan mengakui  bahwa ketika sudah diwajibkan, maka pihaknya akan siap untuk memberlakukan di semua line produknya. Menurutnya ini juga sejalan juga dengan komitmen perusahaan dalam memberikan kualitas terbaik kepada konsumen. Dengan SNI, selain memenuhi regulasi juga dalam rangka memberikan nilai lebih bagi konsumen dimana dapat memberikan rasa aman. “Bagi produsen, memiliki konsistensi mutu itu sangat penting. Terkait SNI , produk kita juga konsisten di audit dan memang saat ini sedang dalam tahap perpanjangan,” ungkap Ivan. 

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments