Pakar Pangan Indonesia, Purwiyatno terpilih sebagai Vice Chair Codex

Pakar Pangan Indonesia, Purwiyatno terpilih sebagai Vice Chair Codex

img

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya di hadapan 15 awak media di Jakarta, Rabu (02/08/2017) menerangkan, proses mengantarkan Prof. Purwiyatno untuk duduk di salah satu posisi Vice-Chair telah melalui proses yang panjang dan melibatkan beberapa stakeholder. “Sebelum pelaksanaan sidang, Indonesia telah melakukan lobi secara formal maupun informal kepada negara anggota Codex melalui BSN selaku Codex Contact Point maupun nota diplomatik yang dikirimkan oleh Kementerian Luar Negeri,” terang Bambang.  Permintaan dukungan, lanjutnya, juga dilakukan saat pertemuan ASEAN Task Force on Codex, pendekatan informal saat sidang Komite, maupun kolokium yang dilaksanakan oleh regional tertentu. 

Bambang melanjutkan, selama pelaksanaan sidang CAC ke-40, delegasi Indonesia yang dipimpinnya langsung, semakin intensif melakukan lobi melalui serangkaian pertemuan untuk menyampaikan visi kandidat.  Delegasi Indonesia berhasil meminta kepada seluruh Regional Codex yang terdiri dari Asia, Africa, Europe, Near East, Latin America and Carribean, serta North America and South West Pacific untuk mendengarkan paparan visi dan misi Prof. Purwiyatno Hariyadi, sehingga mereka mengatahui kapasitas dan kompetensinya.  “Pendekatan diplomatik juga terus dilakukan oleh PTRI Jenewa sehingga Indonesia mendapatkan garansi dukungan saat pemilihan,”ujar Bambang.

Setelah seluruh upaya telah maksimal dijalankan, pada saat pemilihan yang berlangsung dengan voting secara tertutup, Prof. Purwiyatno Hariyadi dipilih oleh 103 negara anggota Codex,  sedangkan  kandidat dari Libanon 102 negara, UK 102 negara dan PNG 59 negara.  Dengan demikian, Prof. Purwiyatno Hariyadi bersama kandidat terpilih dari Lebanon dan UK secara resmi ditetapkan sebagai Vice Chair, mendampingi Chair terpilih dari Brazil untuk mempimpin CAC. “Prestasi ini merupakan suatu kebanggaan sekaligus kesempatan bagi Indonesia untuk semakin berkiprah dan memberikan warna dalam forum standar pangan internasional karena CAC merupakan badan internasional di bawah FAO dan  WHO yang diberi mandat untuk mengembangkan standar pangan dan teks terkait dalam rangka melindungi kesehatan konsumen dan memfasilitasi perdagangan pangan internasional yang fair,” kata Bambang. Saat ini keanggotaan Codex yang diwakili oleh pemerintah telah mencakup 188 Negara, 1 Organisasi Internasonal (European Union) serta organisasi internasional non pemerintah yang bertindak sebagai observer. 

Sementara itu, Purwiyatno menyatakan rasa bangga disertai ucapan terimakasih atas dukungan BSN sehingga mendapat kepercayaan dari Codex untuk menjadi Vice Chair. Dan sesuai dengan roadmap BSN tahun 2020 yang mempunyai keinginan wakil Indonesia menjadi Chair Codex, Purwiyatno berjanji akan mengemban tugas tersebut sebaik-baiknya sehingga mendapatkan kepercayaan dari dunia.

Sebagaimana diketahui, standar, pedoman, rekomendasi, dan teks lain yang terkait di bidang pangan ditetapkan oleh CAC secara konsensus berdasarkan data ilmiah untuk memastikan pemenuhannya terhadap persyaratan keamanan pangan.  Dalam perdagangan pangan internasional, standar Codex merupakan referensi bagi negara anggota WTO dalam melakukan harmonisasi standar atau regulasi di bidang pangan, dan menjadi acuan apabila terjadi perselisihan (dispute) dalam perdagangan internasional. Melihat posisinya yang strategis di tingkat internasional, terpilihnya Prof. Purwiyatno Hariyadi merupakan suatu momentum bagi Kementerian/Lembaga serta pihak lain untuk semakin meningkatkan kontribusi dan kemampuannya dalam penyusunan standar internasional sehingga produk pangan Indonesia tidak hanya dapat menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, tapi dapat diterima di pasar internasional.

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments