Menko Maritim dan KLHK Bentuk Alliance for Marine Plastic Solutions Forum

Menko Maritim dan KLHK Bentuk Alliance for Marine Plastic Solutions Forum

img
Sampah botol plastik menjadi produk fashion.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menggandeng pihak swasta membentuk Alliance for MarinePlastic Solutions Forum (AMPS). PT. Tirta Investama (Danone Aqua) dan H&M Indonesia mendukung program ini melalui proyek Bottle2Fashion dengan mengolah kembali sampah botol plastik menjadi produk fashion.

Produk yang dihasilkan diantaranya polo shirt, sarung tangan, pakaian dalam, yang semuanya terbuat dari proses daur ulang botol plastic. Produk ini nyaman dipakai, hampir sama dengan produk konvensional, yang paling penting, lebih ramah lingkungan. Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim Arif Havas Oegrosen mengatakan, pemerintah mendukung kemitraan penanganan sampah plastik. 

Masyarakat juga harus memilih produk-produk ramah lingkungan, menjaga kebersihan, melakukan pemilahan sampah. Sampah organik bisa dijadikan kompos, sampah non organik bisa didaur ulang, bahkan ada proses pengolahan sampah menggunakan incinerator yang dapat menghasilkan energi. Havas juga menjelaskan bahwa Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman terus mendorong penggunaan ulang sampah plastik sebagai campuran aspal jalan (plastic tar road) dan proyek waste to energy.

“Purwarupanya dibangun di Bali. Jalan percontohan plastic tar road dibangun di komplek Universitas Udayana, kalau waste to energy dibangun di TPA Suwung. Semua pembangunan ini merupakan kerja sama lintas kementerian dan Pemda, yaitu  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Bali dan akademisi,” Ujarnya.

Usai penandatanganan kerja sama ini, Corine Tap menyatakan bahwa proyek Bottle2Fashion ini adalah bentuk nyata ambisi Danone AQUA untuk mengumpulkan kembali lebih banyak sampah botol plastik dari yang dihasilkan pada tahun 2030. Corine lebih lanjut menegaskan bahwa, “Kami menyadari penyelesaian masalah sampah plastik di Indonesia haruslah dilakukan melalui kolaborasi multi pihak,” Paparnya.

H&M sendiri memiliki visi 100% sirkular, artinya menggunakan 100% material daur ulang atau material yang berasal dari sumber daya yang berkelanjutan. Proyek Bottle2Fashion dan penggunaan hasil daur ulang sampah botol plastik sebagai bahan serat polyester merupakan bentuk nyata komitmen H&M terhadap konsep bisnis yang berkelanjutan.

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments