Momentum Memajukan Industri Musik Indie Sebagai Sebuah Ekonomi Kreatif

Momentum Memajukan Industri Musik Indie Sebagai Sebuah Ekonomi Kreatif

img
konser

Target dari Bekraf sendiri ialah bagaimana musik Indonesia dapat masuk di pasar global. Oleh karena itu materi nya juga harus berkualitas. Joshua berpendapat bahwa musik indie saat ini benar-benar sedang mendapatkan perhatian. Musikalitas dan kemasannya dinilai akan mampu diterima di kancah internasional. “Synchronize festival ini dapat menjadi momentumnya,” ungkap Joshua. “Momentum untuk memunculkan prototipe-prototipe musisi yang dapat diserap di pasar global,” tambahnya.

Synchronize Fest sendiri siap digelar kembali di tahun ini pada tanggal 6-8 Oktober 2017 di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Festival musik besar ini telah mengonfirmasi akan menghadirkan 101 musisi lokal dari berbagai genre musik dari mulai pop hingga metal. Selain menggandeng 101 musisi lokal tanpa satu pun musisi luar, Synchronize Fest didukung langsung oleh Bekraf yang ingin memajukkan industri musik indie menjadi sebuah ekonomi kreatif.

Menurut David Karto selaku Festival Director Synchronize Fest 2017, ajang Synchronize Fest yang tahun ini memasuki tahun kedua diharapkan dapat makin memajukan permusikan Indonesia. Terlebih ajang ini dikhususkan untuk musisi lokal.

Sebagai informasi, jika tahun lalu Raja Dangdut, Rhoma Irama, tampil di antara ratusan musisi muda berbagai genre, maka tahun ini giliran penyanyi senior seperti Bob Tutupoly yang akan berkolaborasi dengan kelompok musik Shadow Puppets, serta Ebiet G Ade. Pelantun "Camelia" ini menjadi satu di antara 26 penampil tahap pertama. Ada Superman Is Dead, Barasuara, Barefood, Danila, Dom 65, Gugun Blues Shelter, Jason Ranti, Indische Party, dan Koil.

Berikutnya, Money to Millionaire, Naif, Navicula, Payung teduh, Teddy Adhitya, serta Pee Wee Gaskins juga bersiap memeriahkan festival yang digelar untuk kali kedua itu. Disusul Prison Of blues, Besok Bubar, Ramayana soul, Rollfast, Silampukau, Sisitipsi, Soloensis, The Sigit, Trees and the Wild, Tohpati Bertiga, Tony Q, Underground Bizniz Club, serta tak ketinggalan Jogja Hip Hop Foundation.

Tak hanya itu, Synchronize Fest 2017 juga turut menyiapkan panggung untuk nama-nama yang cukup lama vakum pada industri musik Tanah Air, seperti Base Jam Reunion, Pesta Rap Reunioun, dan Steven and Coconutreez.

Untuk tiket, Demajors dan Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara membuka penjualan tiket early bird, yakni tiket terusan tiga hari seharga Rp 200.000. Harga promo ini hanya berlaku dari 7 hingga 12 Juni 2017. Selain itu, ada juga tiket early entry (masuk sebelum pukul 15.00 WIB) seharga Rp 135.000. Lalu tiket terusan reguler seharga Rp 345.000 dan tiket harian reguler Rp 190.000.

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments