Penerapan Standar Industri Hijau Mampu Menghemat Energi Setara 2,8 Trilliun/tahun

Penerapan Standar Industri Hijau Mampu Menghemat Energi Setara 2,8 Trilliun/tahun

img
Sekeretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar N. memberikan Penghargaan Industri Hijau Level 5 kepada PT. Arwana Citramulia Tbk. yang diterima oleh Komisaris PT. Arwana Citramulia Tbk. Alex S.W. Retraubun (Wakil Menteri Perindustrian perio

ditengah optimisme dan respons positif industri nasional terhadap perkembangan ekonomi global, daya saing dan produktivitas industri nasional harus terus didorong secara berkelanjutan agar dapat memenangkan pasar baik di domestik, regional, maupun internasional. Penerapan konsep industri hijau dikatakan menjadi salah satu upaya strategis untuk mendorong perusahaan senatiasa melakukan perbaikan dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi.

Dalam rangka mempercepat penerapan industri hijau, Kemenperin mempunyai dua strategi utama yaitu melalui kegiatan penghargaan industri hijau dan sertifikasi industri hijau. Penganugerahan Penghargaan Industri Hijau tahun 2017 merupakan pelaksanaan yang kedelapan kalinya oleh Kemenperin.Para pesertanya dari berbagai sektor, antara lain industri gula, herbisida dan pestisida, otomotif, semen,baja, tekstil, pakaian jadi, crumb rubber, makanan dan minuman, pulp dan kertas, keramik, oleokimia,petrokimia, pupuk, crude palm oil (CPO), alas kaki, elektronika, penyamakan kulit, resin dan deterjen.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara menjelaskan, aspek-aspek penilaian dalam penghargaan industri hijau ini terdiri dari proses produksi yang memiliki bobot terbesar 70 persen, kinerja pengelolaaan limbah atau emisi sekitar 20 persen, dan manajemen perusahaan 10 persen.    

Menurut Ngakan, perusahaan yang telah memenuhi Standar Industri Hijau akan memperoleh sertifikat dengan masa berlaku selama empat tahun. “Perusahaan yang sudah tersertifikasi ini juga berhak menggunakan logo industri hijau sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” terangnya.

“Standar ini disusun oleh perwakilan asosiasi, perusahaan industri, akademisi, serta kementerian danlembaga terkait,” ujar Ngakan. Sejak tahun 2014 sampai saat ini, sudah dicapai konsensus atas Standar Industri Hijau untuk 17 jenis industri.

Sementara itu, Sekjen Kemenperin Haris Munandar menyampaikan, penerapan konsep industri hijau membawa dampak positif kepada perusahaan. Selain itu juga mampu menyelaraskan pembangunan industri dengan kelestarian fungsi lingkungan hidup serta dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Berdasarkan data perusahaan industri yang telah mengikuti program Penghargaan Industri Hijau,  dalam kurun waktu tiga tahun terakhir,  terjadi penghematan energi setara dengan Rp2,8 triliun per tahun dan penghematan air setara dengan Rp96 miliar per tahun.

Kontribusi tersebut berasal dari 34 industri dari sektor semen, pupuk, besi baja, keramik, pulp dan kertas, gula, serta tekstil. “Dengan adanya penghematan pemakaian energi, maka hal ini sekaligus membantu komitmen Indonesia dalam upaya penurunan Emisi Gas Rumah Kaca sebesar 29 persen, atau 41 persen dengan bantuan dari luar pada tahun 2030,” kata Haris. 

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments