Solusi Hunian bagi Generasi Millennials dan kalangan Profesional

Solusi Hunian bagi Generasi Millennials dan kalangan Profesional

img
Syhesis Development

Millennials di Indonesia yang lahir pada tahun 1980-2000 kini sudah masuk ke dalam angkatan kerja, diprediksi menjadi kelompok terbesar pembeli properti di Indonesia hingga 10 tahun kedepan. Sayangnya, saat ini masih banyak millennilas yang merasa penghasilannya belum mencukupi untuk membeli properti , ingin hidup praktis, aktivitas leisure yang berleblihan karena ikut tren atau supaya  bisa terlihat eksis di media sosial dan terlalu fokus ke gaya hidup konsumtif, gadget freak dan brand minded.

Menurut Asnedi, Property Investment Advisor  Syhesis Development, sebenarnya millennials diperkirakan bakal menggerakan ekonomi dalam negeri dan mendorong perkembangan tren industri sektor properti baik masa sekarang dan peroide mendatang.

“Kondisi lain yang dialami millenials atau keluarga muda saat ini adalah tinggal di hunian dengan sistem sewa . Mereka ada keinginan untuk membeli hunian , tetapi mentok dan merasa berat jika harus membayar sewa dan cicilan kredit pemilikan hunian," papar Asnedi. Kondisi tersebut memberi gambaran , bahwa kalangan millenials dan proffesional dihadapkan dengan masa depan yang abu-abu dalam hal pemenuhan kebutuhan hunian.

Saat ini generasi bebas atau mellenials  yang dikenal kreatif dan inovatif tidak perlu bingung harus membayar sewa dan cicilan hunian. Prajawangsa City dengan konsep superblock karya Synthesis Development memberikan solusi untuk dapat memiliki hunian di jakarta tanpa membayar sewa dan cicilan setiap bulan.

Program inovatif yang dinamai “Asyiknya Dibayarin Sewa Apartemen” dari Synthesis Development  menawarkan konsep yaitu para pembeli unit di Prajawangsa City mendapatkan tempat tinggal di apartemen Bassura City lengkap dengan faslitasnya gratis selama 3 tahun. Benefitnya ialah sembari menunggu Prajawangsa City siap ditempati, para pembeli unit di Prajawangsa City tidak perlu menyewa tempat tinggal sementara yang tentu akan menimbulkan biaya. "Dengan program ini kami ingin mengajak publik dan khususnya millenials agar lebih cerdas terhidar dari pengeluaran biaya sewa yang menguap sia-sia yang dikeluarkan beralih untuk investasi property,” ujar Asnedi.

Salah satu penghuni Basurra City,  Ayu Gani yang merupakan  pemenang Asia’s Next Top Model musik ketiga yang juga hadir dalam pengenalan  program inovatif asyik dibayarin menuturkan bahwa Prajawangsa City mengakomodir kemampuan millennials untuk memiliki properti.   "Kemauan untuk memiliki hunian seharusnya disadari oleh generasi muda yang sudah berpenghasilan jangan menunda membeli properti karena takut tidak bisa membayar,” ujar Ayu.

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments