Komitmen Kememprin wujudkan Industri Hijau Disektor Industri Plastik

Komitmen Kememprin wujudkan Industri Hijau Disektor Industri Plastik

img
Kapuslitbang Kementerian Perindustrian, Teddy C Sianturi

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong industri nasional  menerapkan prinsip industri hijau dalam setiap proses produksinya. Berdasarkan data yang ada, dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini telah terjadi penghematan energi yang setara dengan 2,8 triliun rupiah per-tahunnya serta penghematan air yang setara dengan 96 milyar per-tahun. 

“Penghematan tersebut berasal dari 34 perusahaan di sektor semen, pupuk, besi baja, keramik pulp, kertas, gula, tekstil yang telah menerapkan prinsip industri hijau dalam setiap produksinya,” jelas Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup (Kapuslitbang) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Teddy C Sianturi, saat membacakan sambutan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Nyakan Timur Antara, pada seminar “Pengembangan Industri Degradable Plastik Dalam Negeri”, di Solo, Jawa Tengah, (1/2). 

Tidak hanya itu,Teddy menambahkan jika perusahaan industri yang menerapkan industri hijau telah membantu pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 % hingga 41 % dengan bantuan dari luar pada tahun 2030. Guna mendukung komitmen pemerintah terhadap isu perubahan iklim, kemenperin juga melakukan kerjasama dengan pendonor indternasional seperti United Nations Development Program (UNDP), United Nations Industrial Development Organization (UNINDO), dengan Pemerintah Jerman melalui GIZ dan Pemerintah Jepang melalui Ministry of Economic Trade and Industry (METI). “ Kerjasama yang dilakukan utamanya dalam bentuk capacity building, penyusunan pedoman teknis dan beberapa project penurunan gas rumah kaca di sektor industri,” tambah Teddy

Dibutuhkan Inovasi Produk Plastik Ramah Lingkungan

Meski masih menuai pro dan kontra, produk plastik sesungguhnya merupakan hasil dari kemajuan teknologi yang dibutuhkan dalam kehidupan saat ini. Walaupun tak bisa dipungkiri jika penggunaan produk plastiK yang tidak bijak dapat menimpulkan timbunan sampah plastik yang berdampak pada lingkungan. Oleh karena itu, peran sektor industri sangat dibutuhkan untuk menciptakan inovasi produk-produk plastik ramah lingkungan yang sejalan dengan   Undan-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. “ tak bisa dipungkiri jika penggunaan produk plastik baru maupun produk plastik konvensional masih menuai pro dan kontra, tetapi sebagai penentu kebijakan maka pemerintah akan mengambil kebijakan untuk mengelola produk plastik,” tegas Teddy.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, R Sudirman, menambahkan jika pada 21 Februari 2018 mendatang akan diluncurkan roadmap ‘Kebijakan Strategis Nasional Penanganan Sampah’ sebagai wujud dari terbitnya Perpres No 97 tahun 2017.

“Roadmap ini akan keluar yang isinya berupa program dan penanganan yang dihitung berdasarkan sampah di kota-kota besar. Target kami mulai 2025, kota besar yang menghasilkan sampah sebanyak 0,728 kg per kapita, turun jadi 0,5 kg

Sinar Jaya Plastindo , Produksi Plastik Ramah Lingkungan

Salah satu perusahaan industri yang telah menerapkan prinsip industri hijau adalah CV. Sinar Jaya Plastindo. Perusahaan ini telah memproduksi plastik yang ramah terhadap lingkungan. “Kami sudah lakukan proses produksi oxobiodegradable. tahun ini kami sudah punya target yaitu kami produksi full plastik biodegradable yang material ya dari bekas sampah, dari segala tester sampai ke market. Selain itu target kami tahun ini adalah mencoba berkolaborasi dengan semua pihak salah satunya untuk mengurangi timbunan plastik yanga ada, “ ujar Direktur Sinar Jaya Plastindo, Whelly Sujono.

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments