Harga Batu Bara Melonjak, Pemerintah Siap Naikan Tarif Listrik

Harga Batu Bara Melonjak, Pemerintah Siap Naikan Tarif Listrik

img
Listrik Naik

Batu Bara masih digunakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Sementara harga batu bara terus melonjak, saat ini mencapai 100,6 USD. Harga ini membuat PLN harus mengeluarkan biaya yang besar agar pembangkit listriknya yang  berada diseluruh Indonesia  untuk bisa terus bekerja.

Jika harga batu bara terus dibiarkan tinggi, akan memberi dampak pada Biaya Pokok Produksi yang naik. Naiknya  Biaya Pokok Produksi (BPP) tentu berdampak pada semua sektor termasuk industri. Produktivitas dan kualitas twntu akan menurun. Pemerintah seolah membiarkan, tidak mengendalikan harga batu bara yang cukup tinggi ini. Tata kelola ESDM yang tidak berpihak kepada masyarakat tentu akan merugikan banyak pihak. Hal ini tidak sesuai dengan janji Presiden Jokowi yang akan membuat Energi Murah.

Bahkan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan baru-baru ini menggodok peraturan Menteri ESDM terkait harga batu bara dan penentuan tarif listrik.
Menanggapi hal tersebut, Jumadis Abda, ketua umum Serikat Pekerja PLN meminta agar pemerintah dalah hal ini Presiden dan Kementrian ESDM mengendalikan dan menurunkan harga batu bara untuk domestik khususnya untuk pembangkit listrik yang akan berdampak pada kenaikan Tarif listrik."Kami minta pemerintah menurunkan harga gas alam u tuk domestik khususnya pembangkit listrik minimal sama dengan harga gas alam di Malaysia. Kaerna sebagian gas alam di Malaysia Impor dari Indonesia," jelasnya.

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments