Dies Natalis ke -34, Menristekdikti Harap UT Hasilkan SDM Berkualitas

Dies Natalis ke -34, Menristekdikti Harap UT Hasilkan SDM Berkualitas

img
Moh. Nasir (Menristekdikti)

Universitas Terbuka (UT) sebagai pelopor perkuliahan jarak jauh menggelar Dies Natalis memasuki usia yang ke-34 tahun. Peringatan ini semakin memantapkan langkahnya sebagai pelopor “Cyber University” di Indonesia. Bisa dibilang, UT telah berkiprah selama lebih dari sepertiga abad dalam memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi yang terjangkau, fleksibel, dan berkualitas.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat memberikan sambutan mengatakan kualitas sebuah kampus bukan dilihat dari usianya. Jadi meskipun usia UT baru 34 tahun, bukan berarti kualitas UT tidak bagus.

Meskipun begitu Nasir mengingatkan supaya UT terus meningkatkan kualitas pembelajarannya

Selain itu dia menyampaikan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi. Dia menjelaskan saat ini APK tercatat di angka 32,5 persen. Itu artinya hanya 32,5 persen anak Indonesia yang usia kuliah bisa mengakses kuliah.

"Target 2019 APK bisa naik menjadi 39 persen. Ini tidak susah," katanya.

Menurut Nasir upaya meningkatkan angka partisipasi pendidikan tinggi itu bisa didorong oleh kampus penyelenggara pendidikan jarak jauh (PJJ). Salah satu kampus yang menjadi pioneer dalam menyelenggarakan PJJ adalah UT.

Nasir menerima laporan awalnya UT hanya menerima 20 ribuan mahasiswa baru. Tetapi dengan perkembangan layanan PJJ saat ini UT bisa sampai menerima 65 ribu lebih mahasiswa baru.

"Bisa dilakukan untuk mengejar APK supaya lebih tinggi lagi. Ini baru di UT, apalagi kalau kampus lain ikut menjalankan PJJ seperti UT," terangnya

Nasir mengatakan data Kemenristekdikti menyebutkan saat ini ada 26 unit program studi (prodi) yang menjalankan PJJ. Semuanya tersebar di kampus negeri maupun swasta. Salah satunya ada di Binus Jakarta, UGM, dan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Nasir menjelaskan Kemenristekdikti sudah menyiapkan regulasi pelaksanaan PJJ. Tetapi dalam perkembangannya regulasi tersebut direvisi. Sebab Nasir kurang cocok dengan skema PJJ yang masih mengharuskan kuliah tatap muka (face to face).

"Seharusnya ada kebebasan. Bisa 100 persen online learning seperti UT ini. Jadi masih ada revisi peraturan," pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UT Prof Ojat Darojat mengatakan salah satu langkah kongkrit UT adalah membangun kerjasama baru dan penguatan kerjasama dalam meningkatkan APK pendidikan tinggi. Dia menjelaskan saat ini UT telah menandatangani nota kesepahaman dengan 28 kampus negeri dan 12 kampus swasta terkait Pendidikan Jarak Jauh (distance education) dan pembelajaran dalam jaringan (online learning).

Dalam kerjasama tersebut,  antara lain dalam bentuk pengambilan Program Mata Kuliah Mandiri (PMKM), layanan program pendidikan, serta pelatihan bagi tenaga Dosen agar mereka memiliki kemampuan dalam mengembangkan bahan ajar untuk online learning.

Dia menyebutkan semakin banyak kampus yang menjalankan kuliah jarak jauh layaknya UT, maka bisa mengatrol APK pendidikan tinggi.

"Kami di UT siap mensukseskan program Kemenristek Dikti dan membantu perguruan tinggi  dan akan terus mendukung pembelajaran online supaya semakin diperluas,katanya

 

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments