Berikut Ini Alasan Pekerja Pertamina Gugat Permen ESDM Nomor 23 Tahun 2018

Berikut Ini Alasan Pekerja Pertamina Gugat Permen ESDM Nomor 23 Tahun 2018

img
istimewa

Pekerja PT Pertamina yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mendatangi Mahkamah Agung (MA) untuk mengajukan Judical Review Peraturan Menteri ESDM Nomor 23 Tahun 2018 pasal 2 ayat 1 dan 2 tentang Pengolahan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi yang akan Berakhir Kontrak Kerjasama. Dalam Permen tersebut menyatakan, blok migas yang habis masa kontraknya dengan pengelola sebelumnya diprioritaskan ke kontraktor sebelumnya. 

Serikat pekerja berharap, Pengelolaan blok migas yang sudah habis masa kontraknya dapat diserahkan kembali ke Pertamina sebagai BUMN yang mengelola minyak dan ur dalam Permen ESDM nomor 15 tahun 2015 yang menyatakan prioritas pengelolaan diserahkan kepada Pertamina. 

Presiden FSPPB Arie Gumilar yang ditemui usai mendaftar menyatakan, Pekerja harus melakukan Judicial Review, karena blok migas satu per satu harus kembali ke Indonesia, setelah masa kontraknya dengan pihak asing habis, harus diberikan ke Pertamina. "Sebelumnya produksi migas kita hanya 15% dan sekarang sudah 18%. "Diharapkan bisa mencapai 30% di akhir tahun ini. Kalau Blok Rokan bisa kita ambil, kontribsinya bisa sampai 60%," terangnya. 

Dalam gugatan ini, FSPPB juga menjaga Blok Rokan, walau sudah diserahkan ke Pertamina tapi karena Permennya berpihak ke asing, maka bukan tidak mungkin penunjukan ini kedepan bisa berubah. "Bukan tidak mungkin kedepan penyerahan ke Pertamina ini bisa di intervensi oleh asing dan dilepas," tambahnya. 

 

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments