Siemens Indonesia Perkuat Daya Saing Melalui Peningkatan Kualitas

Siemens Indonesia Perkuat Daya Saing Melalui Peningkatan Kualitas

img
siemens indonesia

Perkembangan industri yang semakin pesat saat ini membuat persaingan semakin ketat antar perusahaan yang ada di dunia. Manajemen yang baik menjadi kunci kesuksesan dunia industri saat ini baik itu manajemen produksi, pemasaran, sumber daya manusia dan keuangan. Seiring perkembangan industri yang semakin maju perusahaan juga dituntut untuk memberikan kualitas yang terbaik baik dalam produk maupun jasa yang dihasilkan tetapi tidak melupakan dampak lingkungan yang terjadi dari segala aktivitas perusahaan. 

Bagi Siemens, yang hadir di Indonesia sejak tahun 1855 dan saat ini mempekerjakan sekitar 1.000 orang, bukan hal yang mudah untuk menerapkan sistem manajemen terpadu (Integrated Management System / IMS) sebagai upaya meningkatkan daya saing perusahaan. Salah satu tantangannya adalah mengubah cara kerja karyawan yang telah terbiasa dengan sistem manual. Perlahan namun pasti, perusahaan terus menerapkan sistem manajemen terpadu hingga saat ini. Dampaknya, hasil produksi kian berkualitas, tenaga kerja memiliki standarisasi, pemilihan komponen produksi yang selektif, hingga pengurangan biaya produksi, yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kepuasan dan pengalaman pelanggan atas produk Siemens.

Siemens menyebutnya dengan istilah North Star, diterjemahkan sebagai lima kunci utama dan dua pendukung dalam menjamin kualitas. Kelima kunci utama meliputi pelanggan dan fokus bisnis, komitmen secara personal, cek dan tes di muka, data yang dapat diakses secara real time, dan manajemen risiko. Sementara dua kunci pendukung meliputi kompetensi kualitas dan manajemen mutu sebagai bagian dari pengembangan bisnis.

Keberadaan Siemens sebagai pemain di sektor elektrifikasi, otomatisasi dan digitalisasi ini memang telah menorehkan berbagai prestasi di Indonesia, dua fasilitas manufaktur Siemens telah memberikan nilai tambah bagi Indonesia dan mengekspor produknya ke berbagai negara di dunia. Pabrik pertama Siemens di kawasan Pulomas, Jakarta Timur, menjadi tempat produksi sistem kelistrikan tegangan menengah (medium voltage system) seperti panel distribusi (switchgear) yang telah digunakan di berbagai proyek kelistrikan baik di dalam negeri maupun internasional. 

Pada 2015, Siemens berhasil mengakuisisi Dresser-Rand, perusahaan asal Amerika Serikat yang menjadi pendukung untuk sektor bisnis Power Generation milik Siemens. Dresser-Rand dikenal memiliki portofolio yang cukup mumpuni sebagai penyedia layanan servis untuk high speed rotating equipment atau perangkat mesin turbin di sektor minyak dan gas. Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung berbagai layanan Siemens kepada pelanggan, khususnya di Indonesia.

Kiprah Siemens Indonesia untuk menembus berbagai pasar internasional ini juga didukung oleh berbagai standar internasional dan nasional seperti ISO 9001, ISO 14001, ISO 50001, dan sertifikasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Melalui penerapan standar ISO tersebut, diharapkan kinerja perusahaan akan terus meningkat dan memberikan hasil maksimal untuk seluruh para pemangku kepentingan, termasuk dalam menjamin kepuasan pelanggan.

“Kami melihat pentingnya Sistem Manajemen Mutu yang baik untuk memastikan seluruh kegiatan operasional berjalan dengan teratur dan terarah sesuai dengan koridor yang telah ditetapkan. Melalui penerapan Standar Manajemen Mutu yang baik, diharapkan Siemens Indonesia mampu mempertahankan dan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan bagi pelanggan,” ungkap Erdy Kurniawan, Head of Quality Management, dan EHS dari PT Siemens Indonesia.

Bagi Siemens, inovasi yang ada di setiap produk merupakan wujud ketekunan dalam memenuhi semua kebutuhan pelanggan. Beragam inovasi Siemens tersebut terus berkembang seiring dengan komitmen untuk menjaga kualitas tiada henti. (adv)

0 Comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments