Ini Cara BSN Tingkatkan Kualitas SNI

Ini Cara BSN Tingkatkan Kualitas SNI

img
Fb: Badan Standardisasi Nasional

Kinerja pengembangan SNI mulai menunjukkan hal yang positif. Tercatat sejak Standar Nasional Indonesia (SNI) dikembangkan pada tahun 1989, jumlah SNI yang telah  dirumuskan hingga saat ini sebanyak 11.815 SNI dan dalam perkembangannya SNI yang aktif sampai dengan saat ini berjumlah 9.820 SNI (data per 31 Oktober 2018).

SNI yang telah dirumuskan oleh Komite Teknis (Komtek) sebagian besar berupa standar produk (terdiri dari barang dan jasa) 5552 SNI (56.6%), kemudian berturut-turut berupa standar Sistem 302 SNI (3%), standar Proses 3395 SNI (35%), SNI Person 67 SNI (0.6%) dan standar lainnya 504 SNI (5%).

Untuk menghasilkan SNI yang berkualitas, serangkaian uoaya dilakukan BSN (Badan Standardisasi Nasional) salah satunya dengan memberikan penghargaan Herudi Technical Committee Award (HTCA) kepada Komite Teknis Perumusan SNI yang memiliki kinerja terbaik.  BSN sendiri sejauh ini telah memberikan HTCA sebanyak 11 kali dan yang terbaru terselenggara di Jakarta, Kamis lalu (22/11/2018) yang diberikan secara langsung oleh Kepala BSN, Bambang Prasetya.

Kepala Pusat Perumusan Standar - BSN, Hendro Kusumo menerangkan, Herudi Technical Committee Award (HTCA) ini adalah bentuk penghargaan yang diberikan oleh Badan Standardisasi Nasional kepada Komite Teknis/Subkomite Teknis Perumusan Standar Nasional Indonesia (SNI), yang dinilai memiliki kinerja terbaik dilihat dari tiga kriteria utama evaluasi kinerja Komtek. ”Mekanisme pemilihan lima nominee dan penerima penghargaan dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan, dari penyusunan kriteria evkin, sosialisasi, bimbingan teknis, penyampaian dokumen evkin oleh Sekretariat Komtek, hingga pengolahan data dan penilaian untuk mengevaluasi kinerja Komite Teknis/Subkomite Teknis. Memang pelaksanaan evkin ini dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari pembinaan pengembangan SNI,” kata Hendro.

Hendro juga menyebutkan bahwa terdapat 26 Komtek yang lolos Passing grade kriteria evaluasi kinerja Komtek 2018, dimana terdapat lima besar yang memiliki nilai komulatif tertinggi dan berhak menjadi Nominee HTCA 2018, yaitu: Komtek  59-01 Tekstil dan Produk Tekstil (Pustan, Kemenperin); Komtek 65-05 Produk Perikanan (Ditjen Perikanan Budidaya, KKP); Komtek 65-08 Produk Perikanan Non konsumsi (Ditjen Perikanan Budidaya, KKP); Komtek 73-01 Komoditas Pertambangan Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba, KESDM); dan Komtek 85-01 Teknologi Kertas (Pustan, Kemenperin).

Dari lima nominee tersebut, lebih lanjut Hendro menginformasikan bahwa yang mendapatkan nilai tertinggi untuk kriteria 1 Pengelolaan Komite Teknis adalah Komtek 73-01 Komoditas Pertambangan Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba, KESDM); sedangkan tertinggi di kriteria 2. Penyelesaian PNPS adalah Komtek 65-05 Produk Perikanan (Ditjen Perikanan Budidaya, KKP) dan nilai tertinggi untuk kriteria 3. Pemeliharaan SNI direbut oleh Komtek 85-01 Teknologi Kertas (Pustan, Kemenperin). Sementara itu nilai rata-rata keseluruhan kriteria yang mempunyai nilai total tertinggi dan sekaligus sebagai Penerima HTCA tahun 2018, berhasil disabet kembali oleh Komtek 65-05 Produk Perikanan (Ditjen Perikanan Budidaya, KKP), yang juga merupakan penerima HTCA tiga tahun berturut-turut sebelumnya.

BSN berharap, dengan ditetapkannya suatu Komite Teknis sebagai penerima HTCA 2018, maka diperoleh role model yang dapat menjadi contoh bagi Komite Teknis lain untuk meningkatkan kinerjanya dalam pengembangan SNI. “Dengan penguatan kinerja Komite Teknis yang semakin baik, diharapkan SNI yang dihasilkan pun dapat semakin berkualitas, yang pada akhirnya diharapkan SNI yang dirumuskan dapat diterapkan oleh pemangku kepentingan, serta lebih jauh dapat mendukung peningkatan daya saing produk,” harap Hendro.

0 Comments

Relevant Articles

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply

0 Comments